Penuh Haru, Ratusan Umat Kristiani di Bayung Lencir Peringati Jumat Agung

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Apr 2025 13:16 19 AM Editor

MUSI BANYUASIN]]TribunX.id, Suasana haru dan khidmat terasa di Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (18/4/2025). Ratusan umat Kristiani memadati gereja untuk mengikuti Ibadah Jumat Agung, memperingati kisah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Ibadah dimulai pukul 10.00 WIB, namun sejak pagi, jemaat sudah tampak berdatangan memenuhi kursi hingga meluber ke luar gereja. Momen sakral ini selalu dinantikan sebagai bagian dari kalender gerejawi, mengenang pengorbanan Yesus yang disalib di Bukit Golgota.

Pdt. Tumpal P Simbolon, S.Th, yang memimpin pemberitaan Firman Tuhan, mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan makna pengorbanan Yesus yang rela menanggung penderitaan demi menebus dosa manusia.

“Jumat Agung mengingatkan kita tentang kasih Allah yang begitu dalam. Yesus rela disalibkan, menanggung rasa sakit dan kehinaan, demi menebus dosa kita. Salib bukan lambang kekalahan, tapi bukti kasih dan kemenangan sejati,” tutur Pdt. Tumpal di hadapan jemaat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Tumpal juga menegaskan bahwa momen Jumat Agung adalah undangan bagi setiap orang untuk hidup dalam pertobatan, kesetiaan, dan syukur atas kasih Kristus.

Ibadah dilanjutkan dengan doa syafaat yang dipimpin oleh St. T br Marbun, kemudian suasana kekeluargaan pun semakin terasa saat jemaat menikmati makan bersama di halaman gereja.

Tak berhenti sampai di situ, pukul 14.00 WIB, Ibadah Peringatan Sengsara Kristus kembali digelar. Ibadah ini menjadi pengingat akan saat wafatnya Yesus di kayu salib, momen yang begitu bermakna bagi iman Kristiani.

Suasana ibadah sore berjalan hening, penuh penghayatan dan perenungan. Jemaat mengikuti setiap rangkaian liturgi dengan sikap hormat, menghayati kembali kasih dan pengorbanan Sang Juru Selamat.

Jumat Agung menjadi momen spesial yang selalu menguatkan iman, sekaligus mengajak setiap orang untuk hidup lebih dekat kepada Tuhan, terlebih dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page