Tapanuli Selatan]]TribunX.id, Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan(BOK) Puskesmas dilaksanakan melalui sistem,Pemerintah berbasis elektronik, kepala puskesmas bertanggung jawab secara formal dan material atas pendapatan dan belanja Dana BOK Puskesmas tersebut.
Tujuan penggunaan Bantuan operasional kesehatan bersumber dari APBN mencakup meningkatkan pelayanan puskesmas menipiskan kesenjangan kesehatan antara puskesmas dan rumah sakit serta mendukung kegiatan puskesmas dan jaringannya, termasuk posyandu poskesdes,selain itu Dana BOK juga bertujuan mendukung percepatan pencapaian target program kesehatan prioritas.
Untuk menyikapi program atau pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan(BOK) di sejumlah kabupaten Tapanuli Selatan dinilai perlu diawasi oleh Inspektorat Dinas Kesehatan.Kejaksaan Negeri Tapsel.
Seperti halnya awak media sudah Komfirmasi Kepala Puskesmas Simarpinggan di hari Rabu 18/06/2025 melalui via WhatsApp.tetapi kepala puskesmas Simarpinggan memilih Bungkam saat di konfirmasi.
Perlu diketahui, penggunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan pada tahun 2024 perlu mendapatkan perhatian dari aparat penegak hukum(APH) sebagai contoh pada tahun anggaran 2024 Dana BOK di puskesmas Simarpinggan.
– program pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat Rp 2.275.115.000
– penyediaan layanan kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/kota
– Rp 2.263.115.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan ibu Hamil,
– DAK Non Fisik – BOKKB-BOK
– Rp 65.800.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan ibu bersalin
– DAK NON/FISIK/ BOKKB – BOK
– Rp 9.900.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar.
– DAK NON FISIK BOKKB-BOK
– Rp 26.107.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan resiko Terindaksi HIV
– DAK NON FISIK BOKKB – BOK
– Rp 6.800.000
– pengelolaan pelayanan kesehatan lingkungan
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 13.200.000.
– pengelolaan Surveilans kesehatan
– DAK NON BOKKB-BOK
– Rp 37.570.000.
– pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 199.800.000.
– pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 1.229.500.000.
– Operasional pelayanan puskesmas
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 211.211.000.
– investigasi awal kejadian tidak diharapkan ikutin paca imunisasi dan pemberian obat massal
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 1.600.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan Tuberkulosis
– DAK NON FISIK BOKKB- BOK
– Rp 21.600.000.
– pengelolaan sistem informasi kesehatan secara Terintegrasi
– DAK NON FISIK BOKKB – BOK
– Rp 12.000.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan (ODHIV)
– DAK NON FISIK BOKKB – BOK
– Rp 200.000.
– pengelolaan pelayanan kesehatan Reproduksi
– DAK NON FISIK BOKKB – BOK
– Rp 8.970.000.
Awak media TribunX.id menjelaskan kalau anggaran dana bantuan operasional kesehatan itu bukan hak pribadi yang bisa dikelola semuanya, biar itu pembayaran jasa pelayanan medis maupun insentif lainnya, minta Inspektorat Tapsel supaya memeriksa anggaran dana Bantuan Operasional Kesehatan puskesmas Simarpinggan, pengawasan harus lebih efektif dan transparan jika jelas jelas pengunaan anggaran tidak sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini diterbitkan, kepala puskesmas Simarpinggan belum ada memberikan keterangan ke awak media.
(Rahim)
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar