Tapanuli Selatan|TribunX.id, Perusahaan Pengelola Tambang Emas Martabe (PTAR). Yang beroperasi di kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, berhasil meraih Gold Award Katagori.Eco Hazard Innovation Sustainability Award (EPSA) di gelar universitas ponegoro Semarang Jawa Tengah,31/08/2025
Penghargaan ini diberikan kepada PTAR , karena telah berhasil melakukan pengelolaan 155,25 ton minyak pelumas bekas.
Capaian ini PTAR menerapkan dan menggunakan teknologi hupobaric Froction seperator, sehingga PTAR dianggap mampu menekan Global Warming Potential (GWP) hingga mencapai 441,975,09 tinggi CO2ek.
Tim Departemen Environmen Agincourt Resources saat melakukan pemeriksaan alat pada waste oil processing plan(WOPP) ditambang emas Martabe, kecamatan Batangtoru kabupaten Tapanuli Selatan
Gerenal maneger Operation dan Deputi Director Operation PTAR, Rahmat Lubis, menjelaskan perusahaan terus menerapkan proses penambangan dan pengelolaan emas dengan menggunakan hemat energi melalui berbagai inovasi dibagian sistem maupun alat produksi.
Selanjutnya, berbagai bahan yang sudah tidak digunakan lagi dalam operasi dimaafkan untuk kegiatan lain, misalnya limbah minyak pelumas bekas yang awalnya dikirimkan ke TPS LBS saat ini telah dikelola secara mandiri oleh perusahaan.
Ia juga menegaskan penghargaan EPSA yang diterima PTAR adalah sebagai bukti dan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pemerintah, dengan cara memperkuat penerapan lingkungan sosial dan tata kelola dalam mendukung mengurangi emisi net-zero.
Kerena terus berkomitmen dan berupaya dalam mengurangi emisi net-zero, sehingga pemerintah memberikan apresiasi ke PTAR,”tegasnya.
Rahmat juga menjelaskan,PTAR telah mencapai target 30 persen pengurangan gas rumah kaca pada tahun dari tahun 2019 sehingga PTAR terus berupaya untuk terus melakukannya dan menarget akan terus berusaha mencapai hingga tahun 2030.
Selain itu, kami juga terus mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan akan terus melakukannya dan tetap mengacu pada peraturan pemerintah dengan berdasarkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), tuturnya.
PTAR juga melakukan program Utilisasi Hupobaric Fraction Seperator, hingga 80 persen sebagai subtstusi bahan bakar minyak pada bahan peledak menggantikan bahan bakar diesel.
Perusahaan melakukan dengan cara menggunakan teknologi pemanasan, filtrasi, pemisakan fraksi bertekanan rendah, hingga pendinginan, minyak pelumas bekas berhasil dimurnikan sehingga menjadi bahan yang bisa digunakan.
“Selain mampu mengurangi dampak lingkungan, inovasi ini dapat menciptakan efesiensi berkat penerapan practik cirtular ekonomi.Inovasi ini juga merupakan kontribusi kami dalam mendukung pencapaian SDGs ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,”katanya.
Selain itu,”Rahmat Juga menambahkan bahwa perusahaan telah mendapat penghargaan Gold atas program”Closed Loop Energy Reclamation dengan intelligent Torgue Control(ITC) pada sistem Ore Grinding Pada tahun 2024.
Tentunya dengan capaian ini, perusahaan mampu mengurangi penggunaan energy listrik sebesar 4.931 dan berhasil menghemat biaya pembelian listrik hingga senilai Rp 1,69 miliar.
Rahmat juga menyampaikan PTAR telah mendapat penghargaan perhelatan yang dibawa PTAR, dengan 7 penghargaan pada perhelatan EPSA tahun ini dengan mendapatkan dua Gold,tiga Silver dan dua Bronze, tuturnya.
(Rahim)
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar