Pelatihan In-2 Pembelajaran Mendalam, Para Guru Diajak Menyelami Esensi Pendidikan yang Sesungguhnya

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Okt 2025 10:59 35 AM Editor

Padangsidimpuan|TribunX.id, Suasana hangat dan penuh Pelatihan In-2 Pembelajaran Mendalam, para guru diajak menyelami esensi pendidikan yang sesungguhnyamakna menyelimuti Aula SMA Negeri 6 Padangsidimpuan pada Rabu (29/10/2025). Di aula SMAN 6 Padangsidimpuan inilah para pendidik dari berbagai sekolah berkumpul, bukan sekadar untuk mengikuti pelatihan, tetapi untuk menyalakan kembali semangat belajar dan berbagi. Melalui Pelatihan In-2 Pembelajaran Mendalam, para guru diajak menyelami esensi pendidikan yang sesungguhnya: memanusiakan manusia.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha Cabdisdik Wilayah XI, Mangatas Siregar, S.Pd., M.M., mewakili Kacabdisdik Wilayah XI, Dr. Tetti Mahrani Pulungan, S.Pd., M.Pd.. Dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan, Mangatas menyampaikan pesan bahwa guru adalah ujung tombak perubahan bangsa. “Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memanusiakan manusia melalui pembelajaran yang holistik, menggembirakan, menumbuhkan kesadaran, dan bermakna,” ujarnya, menegaskan pentingnya pendidikan yang berjiwa.

Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang perjumpaan hati antarpendidik. Kepala SMA Negeri 6 Padangsidimpuan, Hasmaruddin Nasution, M.Pd., yang menjadi tuan rumah kegiatan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya. “Kami menyiapkan segalanya dengan sepenuh hati. Semoga kegiatan ini membawa pencerahan dan inspirasi bagi kita semua,” ungkapnya dengan senyum tulus yang menggambarkan dedikasi seorang pendidik sejati.

Sementara itu, Pengawas SMA Drs. Marwan Harahap, M.Pd., mengingatkan bahwa inti pendidikan bukan hanya soal metode atau kurikulum, melainkan tentang membangun manusia seutuhnya. “Manusiakan manusia, itu yang utama. Pembelajaran harus berjiwa dan bermakna, karena di tangan guru-lah karakter dan masa depan bangsa ini dibentuk,” tuturnya dengan nada reflektif yang mengundang renungan.

Kehadiran para fasilitator dan narasumber, seperti Salamat Siregar, S.Pd., M.Si., memberi warna tersendiri. Mereka tidak hanya berbagi teori, tetapi juga mengajak peserta untuk merefleksikan pengalaman mengajar yang lebih manusiawi — bagaimana menghadirkan ruang kelas yang menumbuhkan empati, kreativitas, dan semangat belajar siswa.

Pelatihan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Pembelajaran Mendalam (In-2) ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran guru sebagai fasilitator dan penggerak perubahan. Dalam empat hari ke depan, para guru akan berkolaborasi, berdiskusi, dan berefleksi, menjadikan pengalaman ini sebagai titik balik menuju pembelajaran yang lebih kontekstual dan berjiwa.

Dengan lantunan “Bismillahirrahmanirrahim”, Mangatas Siregar secara resmi membuka pelatihan. Tepuk tangan meriah pun menggema, namun lebih dari itu, ada rasa hangat yang terasa — semangat untuk terus belajar, tumbuh, dan menginspirasi. Di balik kegiatan ini, tersimpan kisah para guru yang tak berhenti berjuang menghadirkan pendidikan yang bermakna bagi anak-anak bangsa di Tapanuli Bagian Selatan.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan sebuah perjalanan hati menuju perubahan. Karena pada akhirnya, pendidikan yang sejati bukan hanya tentang apa yang diajarkan, melainkan tentang bagaimana kita menyentuh kehidupan orang lain — dengan ilmu, kasih, dan ketulusan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page