Pemasangan Jaring Pengaman di Rusun nawa Marunda, penuh tanda tanya, ADA APA.


Jakarta, Rusun Nawa yang terletak di sudut kota Jakarta Utara tepat nya di dekat cagar budaya tempat wisata religi Masjid Al Alam yang berdampingan langsung dengan Rumah peninggalan si Pitung.

Rusun nawa saat ini sedang ada pengerjaan pemasangan jaring pengaman yang guna nya untuk sistem pengamanan para penghuni rusun yang bertempat tinggal di lantai atas, maksud nya di pasang jaring pengaman tersebut agar para penghuni diatas merasa ada pengaman berupa jaring yang bisa menjadi pencegah buat barang barang mereka apa bila terjatuh dari atas tidak mengalami kerusakan. Begitu juga untuk mengantisipasi anak anak yang bermain agar tidak terjatuh dari atas, sehingga apa bila itu terjadi setidak nya anak anak masih bisa terselamat kan.
Tetapi , yang menjadi sebuah permasalahan terkait pekerjaan tersebut adalah sistem kinerja para pegawai harian lepas yang bekerja untuk pembuatan jaring pengaman tersebut 23/12/2025

Terlihat dilapangan para pekerja Nya tidak menggunakan sistem keselamat kerja yang benar, mereka kebanyakan para pekerja harian lepas yang menerima upah sebesar seratus lima puluh ribu rupiah tersebut tidak sama sekali di bekali sistem keselamatan kerja yang semesti nya (K3).

Terlebih menurut Nara sumber yang kami temui dilapangan karyawan PJLP rusun nawa II pun ikut membantu pekerjaan tersebut.
“Pjlp sering ikut terjun membatu, sedang kan itu sebenar nya di luar dari koridor mereka.”
Tutur Y seorang Narsum.
Y pun menjelas kan kepada awak media bahwa sebenar nya vendor dari proyek tersebut tidak ada.
Menurut Y vendor proyek tersebut sudah pergi meninggal kan pekerjaan itu.
“Sebetul nya vendor nya sudah tidak ada, pergi meninggal kan proyek tersebut lalu kepala rusun Bahrudin yang bertanggung jawab memberikan peroyek tersebut kepada kasatpel penertib keamanan rusun yaitu Frenky Pakpahan.” Ujar Y kembali menjelas kan.
Pergi nya vendor menurut Y dia tidak tau penyebab nya namun semenjak vendor tidak lagi bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut maka kasatpel pun yang di beri tugas oleh kepala rusun II Marunda Baharudin untuk merampungkan pekerjaan itu, Franky pun mulai memperkerjakan beberapa masyarakat sekitar dan juga terkadang menyuruh beberapa pegawai pjlp ikut turut membantu atas pekerjaan tersebut.
Saat awak media mendatangi titik lokasi memang terlihat para pekerja nya tidak ada satu pun yang menggunakan sistem keselamatan kerja secara prosedural terlebih tidak ada nya papan PAGU yang terpasang untuk memperjelas anggaran yang di keluarkan dan perusahaan mana yang menjadi mitra kerja proyek tersebut.

Saat di temui awak media di lokasi rusun, kasatpel penertib keamanan lingkungan di rusun nawa tersebut Frenky Pakpahan memberikan penjelasan yang berbeda dari apa yang di jelas kan oleh Y. frenky dalam hal ini menjelaskan terkait pekerjaan itu, bahwa menurut beliau sebenar nya vendor nya itu ada, dia tidak kabur meninggal kan pekerjaan itu.
” Bohong itu tidak benar, vendor nya itu sebetul nya ada tidak kabur tapi beliau memang jarang datang, tetapi penanggung jawab dilapangan atas pekerjaan tersebut setiap hari ada.” Ucap Frangky menjelas kan kepada awak media untuk menyangkal dari apa yang di ceritakan oleh Y.

Namun ketika awak media bertanya nama perusahaan nya dari PT apa dan kenapa para pekerja tidak di bekali sistem keselamatan kerja, Franky menjelas kan bahwa dia tidak tau nama perusahaan kontraktor nya dan dia pun tak bisa menjelas kan tentang sistem K3 para pekerja tersebut.

Disini pun ada satu ke janggalan terkait pekerjaan tersebut
1. Tidak tercantum nya papan PAGU di area lokasi kerja.

2. Para pekerja tidak di bekali K3.

3. nama dari perusahaan yang di tunjuk oleh pihak rusun sebagai pemborong atas proyek pekerjaan tersebut pun juga tidak ada.

Bahkan Franky yang di duga di tunjuk oleh kepala rusun nawa sebagai penanggung jawab atas area kerja tersebut pun tidak tau vendor dari perusahaan mana yang memborong pekerjaan tersebut
Sebelum nya.

Dan ketika di tanya terkait karyawan pjlp yang di perbantukan untuk membantu buruh harian lepas dalam menyelesaikan pekerjaan nya agar cepat selesai Frangky menjawab nya tidak dengan jawaban yang tepat.
“Saya tidak menyuruh mereka untuk membantu meldin kan menawar kan kepada teman teman pjlp apa bila ada yang mau bekerja lagi mencari uang sampingan selepas bekerja sebagai pjlp untuk menambah pemasukan uang kantong ya silakan saja, atau mungkin ada saudara nya yang mau bekerja, pun juga silakan saja. karena kita memang kekurangan orang untuk mengelarkan pekerjaan ini.” Tutur Frenky kembali menjelas kan kepada tim awak media.

Sabuah tanda tanya besar, seandai nya memang ada vendor tersebut maka kenapa Frangky yang harus menjelas kan secara detail samapai menyangkut masalah pekerjaan buruh harian lepas yang dia tawar kan kepada karyawan pjlp itu, bukan kah secara mekanisme itu sudah menjadi tanggung jawab vendor, kalau memang seandai nya apa yang di kata kan oleh Frangky itu bahwa vendor nya itu ada dan tidak kabur.

Mengingat beliau itu tugas nya sebagai kasatpel penertib keamanan lingkungan rusun nawa bukan seorang vendor atau mandor pekerja yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Ada apa sebenar nya di balik proyek pekerjaan pemasangan jaring pengaman terbut yang berada di area rusun nawa itu, apakah ini ada sebuah permainan yang bersifat rahasia, atau.

Sampai berita ini diturun kan ketua penanggung jawab rusun nawa II yaitu Baharudin belum bisa dapat di temukan untuk dimintai keterangan nya kepada tim awak media terkait permasalahan ini.

Namun sekali lagi
Kalau sebuah pekerjaan itu benar berdasarkan kan S O P nya, maka sebuah pertanyaan yang di berikan itu harus di jawab oleh ahli yang bergerak di bidang nya dalam hal ini vendor atau penanggung jawab pekerja lapangan nya (mandor). Yang sesuai dengan foksi nya, bukan pertanyaan yang di lontar kan oleh tim awak media lalu di jawab oleh yang bukan pada foksi nya, apa lagi terlihat kasatpel itu sebuah jabatan yang cukup tinggi, dalam kepemimpinan sebuah pekerjaan di UPRS.Jabatan nya ketua penanggung jawab area tiap blok. Ini sangat memiliki pengaruh kuat untuk sistem pengamanan lingkungan masyarakat rusun.
Bukan Kasatpel pemborong proyek pengerjaan pemasangan jaring pengaman meskipun area tersebut adalah lingkup tanggung jawab dari Kasatpel UPRS itu sendiri.
Tetapi sekali lagi perlu diingat dia itu bukan mandor proyek yang harus menjelas kan secara detail sistem kinerja nya pemborong.

Seandai nya kalau pertanyaan yang di lontar kan oleh tim awak media terkait siapa pemborong dari proyek pekerjaan ini, dia kasatpel harus menjawab se pengetahuan nya tentang mekanisme pekerjaan yang berada di area tanggung jawab dia jawaban ada nya pun sesuai apa yang dia tau, tidak harus memberi jawaban yang seolah menggiring kepada opini publik.

Dan hal ini sangat bersebrangan jauh dari to foksi nya sebagai kasatpel penertib keamanan area di UPRS II rusun nawa tersebut.

Maka dapat di tarik sebuah kesimpulan, sebenar nya ada apa dengan pekerjaan pemasangan jaring pengaman di Rusun nawa Marunda Jakarta Utara ini, Masih menyimpan sebuah misteri tanda tanya yang besar, ADA APA .
(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *