Mendagri bersama Gubernur Sumut meresmikan Huntara bagi masyarakat terdampak bencana dilapangan Simarpinggan

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 05:44 20 Kustiawan


Tapanuli Selatan | TribunX.id, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kamis (5/2/2026).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Mendagri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa tidak hanya di Sumut, sebagian besar Huntara di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat juga telah dihuni warga. Pemerintah pusat, kata dia, telah menyiapkan anggaran dan skema bantuan yang jelas, baik untuk hunian perorangan maupun perumahan.

Adapun skema bantuan tersebut meliputi bantuan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta per rumah.

Sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat hanyut, pemerintah akan membangunkan hunian tetap melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perorangan atau Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk perumahan.

“Saya minta pemerintah daerah kabupaten/kota mendata dan memvalidasi dengan jelas siapa saja yang berhak menerima bantuan. Harus spesifik dan transparan, karena ini uang negara,” tegas Tito Karnavian.

Selain meresmikan Huntara, Mendagri juga menyerahkan secara simbolis bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang memilih tinggal di rumah kontrakan, sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk Rp15 ribu per hari per orang.

Sedangkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dalam kesempatan itu menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menangani dampak pascabencana. Sejak akhir November 2025, ia mengaku telah turun langsung ke sejumlah lokasi pengungsian dan menjadikan penanganan pascabencana sebagai prioritas utama.


(Rahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page