Resah Apa Gelisah, Entahlah Calon Kepala Desa Pepelegi yang Ikut Dalam Pemilihan Tanpa Tes Kesehatan

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Mar 2026 07:40 37 AM Editor

Sidoarjo|TribunX.id, Panitia Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa di Pepelegi akhirnya menetapkan dua orang calon peserta. Dari lima orang bakal calon yang mengambil formulir sejak dibuka pendaftaran hingga batas akhir, hanya dua bakal calon yang mengembalikan formulirnya. Dari proses yang dilakukan panitia dari tahapan ke tahapan akhirnya ditetapkan dua calon yang dianggap layak.

Karena sudah dianggap layak oleh panitia, maka pada hari minggu, tanggal 1 Maret 2026 dilaksanakan pengambilan nomor urut calon yang disaksikan langsung oleh Camat Waru, Kapolsek Waru, Danramil, BPD, serta seluruh RT/RW dan masyarakat yang hadir sebagai undangan.

Proses pengambilan nomor urut berlangsung dengan tertib aman dan lancar. Alhasil nomor urut 1 ditempati Retno Mar”atus Sholikah dan nomor urut 2 ditempati Iswahyudi, S.E.

Sayangnya yang bikin seakan resah dan gelisah adalah ketika awak media mewawancarai salah satu panitia pemilihan yang bertugas sebagai sekretaris, Dwi namanya karena ketua panitia menolak diwawancarai, ternyata tidak adanya tes kesehatan pada kedua calon karena menurut panitia calonnya tidak lebih dari lima calon sehingga tidak perlu untuk tes kesehatan. Apa iya ? Trus kenapa ketua panitianya menolak diwawancarai ?

Sementara persyaratan calon kepala desa pasal 22 (huruf L) Peraturan Bupati, calon kepala desa harus sehat jasmani dan rohani. Dan Peraturan Gubernur (Pergub) calon harus menyertakan Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba yang dikeluarkan oleh Dokter, Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah setempat. Oleh karena itu siapa yang menjamin kalau kedua calon ini benar-benar sehat ? Itulah yang membuat gelisah dan kadang resah juga.

Mengacu pada hasil wawancara dengan panitia ini, awak media mencoba mewawancarai salah satu calon dari kedua calon ini, beliau menolak dan tidak bersedia untuk diwawancarai. Karena melihat kondisi beliau yang pada saat menandatangani surat keputusan hasil pleno penetapan nomor urut calon, beliau sangat kelihatan sekali kesulitan tanda tangan dan menutup kembali bulpoint yang digunakan untuk tanda tangan. Itulah yang membuat awak media untuk mencoba menanyakan kesehatan beliau. Tangan yang gemetar itu karena apa ? Apa karena terganggu kesehatan atau karena demam panggung ? Yang bersangkutan tidak bersedia. Oleh karena itu sampai saat ini masih menjadi PERTANYAAN BESAR yang membutuhkan jawaban agar masyarakat tidak salah menafsirkan.

Oleh karena itu, masyarakat yang punya hak pilih harus benar-benar jeli dalam memilih calon untuk memimpin masyarakat Pepelegi kedepan. Karena apabila salah memilih calon yang kesehatannya belum dipastikan, maka dikhawatirkan akan menghambat pekerjaannya untuk membangun desa dan mensejahterakan masyarakat Pepelegi bila nanti harus sering ke dokter atau ke rumah sakit untuk berobat dan sebagainya.

Semua tergantung masyarakat yang memiliki hak pilih. ( Bang Zack )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page