Aktivis Senior Kritis Indonesia Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri

waktu baca 3 menit
Jumat, 20 Mar 2026 00:22 25 AM Editor

Jakarta|TribunX.id, Js Leo Siagian (74 th) Aktivis gaek, mantan Eksponen Angkatan ’66 mengucapkan Selamat Hari Raya Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Rahajeng Rahina Nyepi, Dumogi Rahayu dan selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh umat muslim warga Indonesia yang merayakannya, Jumat (20/3/2026).

Terlebih khusus buat Presiden RI, Prabowo Subianto yang baru pertama kalinya ini merayakan Idul Fitri selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan RI.

Leo berharap agar kepemimpinan baru Presiden RI, akan membawa bangsa dan negara Indonesia bisa lebih maju dan sejahtera.

“Acara Pelantikan Presiden RI di gedung DPR, MPR, DPD RI di Senayan itu seharusnya adalah sebagai monumen yang harus kita jadikan sebagai tekad dan percaya diri sebagai bangsa yang berdaulat bahwa melalui seorang Kepala Negara, bangsa kita akan terbebaskan dari segala bentuk ketertinggalan, kebodohan, kegelapan, kejahatan dan kemiskinan agar kita mandiri sebagai bangsa yang merdeka,” kata Leo saat ditemui wartawan, di kantornya Jl Utan Kayu Jakarta.

Leo menyampaikan “ucapan selamat Hari Raya IdulFitri, 1 Syawal 1447 H, Mohon maaf lahir dan bathin atas berbagai kritik dan kecaman yang terasa keras dari saya selaku rakyat terhadap pemimpin bangsa ini”.

“Kita seluruh rakyat ini tentunya mau supaya dalam kepemimpinan Bapak Prabowo, benar benar menunjukkan kedaulatan rakyat sebagai sebuah kesepakatan nasional, bukan lagi melihat aspek kelompok atau kepentingan kalangan tertentu tapi sebagai satu anugerah Tuhan,” ujar Leo yang Ketum Forum Jurnalis Peduli Keadilan itu.

Leo juga mau mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik, adil dan makmur.

“Beliau (Prabowo) tentunya juga berharap dukungan nyata dari seluruh bangsa ini dari semua kalangan agama dan keyakinan,” tuturnya.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Pancasila ini, silahkan saja agama ataupun keyakinan apa yang kau hayati, lakukanlah itu dgn tulus ikhlas untuk membangun bangsa ini damai,” ujar Leo.

Leo yang juga selaku Korwil GJL, Gerakan Jalan Lurus se-Jabodetabek mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memelihara kerukunan antarumat beragama. Perbedaan agama dan kepercayaan yang ada itu adalah anugerah dari Tuhan, bukan sesuatu hal yang harus kita permasalahkan.

“Sebagai umat beragama, kita mau supaya bangsa ini betul-betul hidup dalam kedamaian, kerukunan, tidak terpecah belah oleh persoalan agama,” ujarnya.

Leo juga mengajak masyarakat untuk menghindarkan diri dari paham radikalisme dan ekstrimisme karena sebagian orang yang jatuh pada ideologi radikalisme siap itu bisa tersesat, hingga siap bunuh-diri dan melakukan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban di negeri ini.

Pancasila harus dipegang teguh menjadi landasan kita untuk berbangsa dan jika seseorang memiliki keyakinan teguh kepada Tuhan, maka dia akan berdamai dengan diri sendiri dan orang lain, bukan melakukan tindakan yang dapat membahayakan orang lain seperti yang dilakukan kelompok radikalisme.

Kepada Presiden Prabowo, Leo berharap agar betul-betul bisa mewujudkan pidato politik saat pelantikannya itu. Leo mengaku merinding mendengarkan pidatonya pak Prabowo yang berapi-api itu, tapi kalo tidak diwujud nyatakan maka rakyat akan menuding Prabowo hanya Omon-omon,. Sorry ye.?!

Di akhir wawancara dengan awak media, Leo berharap agar pak Prabowo bisa lebih tegas dan lebih berani lagi, bersihkan Kabinet dari titipan Presiden terdahulu agar jangan ada muncul istilah matahari kembar bagi-bagi jabatan Menteri di Kabinet dan Komisaris di BUMN.(jls.03/red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page