Tapanuli Selatan|TribunX.id, Bupati Tapanuli Selatan H,Gus Irawan Pasaribu,dan Kepala Dinas PUPR Tapanuli Selatan,masij belum ada klarifikasi dab terkesan bungkam hal ini membuat pertanyaan dari kalangan masyarakat.Awak media dari media TribunX.id.sudah berapa kali Komfirmasi Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu selaku pemimpin diwilayah Tapanuli Selatan,pada hari kamis 07/05/2026 tidak ada jawabannya.
Awak media Konfirmasi ke Bupati Tapanuli Selatan yang kita pertanyakan. Kenapa anggaran yang sifatnya untuk rakyat langsung (Hibah,barang & jasa Bansos) dipotong total hampir Rp 48 Miliar,tapi justru dialihkan hampir seluruhnya ke belanja modal jalan yang melonjak jadi Rp 146 miliar?
Kami khawatir, pergeseran yang tidak wajar ini justru membuka celah lebar bagi praktik korupsi, kolusi,dan nepotisme (KKN) seperti Mark-up harga, penggelembungan volume, atau penurunan kualitas material demi keuntungan pribadi atau kelompok.Oleh karena itu, demi transparan dan kebenaran kami mohon kepada bapak bupati berikan penjelasan logis dan bukti yang kuat,
1 Apa alasan mendesak sehingga pos sosial harus dikorbankan untuk proyek fisik?
2 sebagaimana bapak menjamin bahwa tambahan anggaran Rp 71 miliar itu digunakan bersih dan benar-benar dinikmati rakyat,bukan justru “dimakan ditengah jalan?
Dibalik bungkam dan diamnya Bupati Tapanuli Selatan H Gus Pasaribu,yang kita Komfirmasi melalui via WhatsApp belum ada titik terang, khususnya pihak Dina PUPR Tapanuli Selatan,
Sesuai dengan asas praduga tak bersalah (Presumption of Innocence) Seluruh pihak dalam itu murni penyampaian informasi publik dan temuan data.
Sudah berapa kali pemberitaan yang kita naikkan terkait itu,
Anggaran Rp 48 Miliar Digeser ke PUPR Rp 146 Miliar, Masyarakat Tapsel Mendesak KPK Turun Tangan
https://www.detiksatu.com/2026/04/diduga-penyimpanan-anggaran-rp-48.html
https://tribunx.id/gempar-rp-48-miliar-dana-sosial-digeserpupr-meledak-jadi-rp-146-miliar-masyarakat-tapsel-jerit-kpk-segera-turun-tangan/.
“Kami menilai bahwa pola memotong anggaran dari sektor sosial (yang langsung dinikmati masyarakat) untuk dibesarkan disektor proyek fisik adalah Dugaan pola klasik korupsi yang sangat rawan penyimpanan, mark-up dan permainan harga.Ketidak jelasan dan kebuntuan informasi ini memicu kecewaan besar masyarakat Tapanuli Selatan kini bersatu padu melontarkan tuntutan yang sangat keras.
Lebih lanjut Awak Media berharap kepada Bupati Tapanuli Selatan,H,.Gus, Irawan Pasaribu untuk mengevaluasi kepala Dinas PUPR Tapanuli Selatan,mengusut permasalahan tersebut.
(Rahim)
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar