6 Jam Warga Dusun Aek Nabara Kecamatan Arse Tandu IRT Untuk Melahirkan ke Rumah Sakit

waktu baca 3 menit
Minggu, 10 Mei 2026 03:49 24 Kustiawan



Tapanuli Selatan|TribunX.id,Kisah perjuangan warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan saat menandu seorang Ibu Rumah Tangga yang ingin melahirkan tidaklah mudah dan butuh perjuangan keras bahkan napas mereka terlihat ngos-ngosan saat melewati tanjakan Simulak Anjing.

Puluhan warga bersama dan bergantian memikul seorang IRT menuju Rumah Sakit Sipirok untuk mendapatkan pertolongan. Mereka terlihat menggunakan bambu dan keranjang sebagai peralatan untuk menandunya. Peristiwa menyedihkan, menyentuh hati dan menjadi pengingat kepada pemerintah diunggah salah satu warga ke media sosial dan mendapat beragam komentar warga Net.

Dalam vidio yang di unggah warga, terlihat mereka melewati jalan dengan kondisi masih tanah dan jalan berupa tanjakan ekstrem yang mereka lalui untuk membawa seorang wanita untuk mendapatkan pertolongan ke Rumah Sakit.

Vidio ini di unggah oleh akun Facebook Samsul Bahri Sihombing di salah satu Grup Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan dan ditonton sudah lebih 70 puluh ribu tayangan oleh warga Net.

Dalam postingan tersebut, ia juga menyindir slogan pemerintah dengan kata “Indonesia Maju, Maju Apanya Pak Presiden?, Korupsinya ia nomor satu,” katanya dalam postingan.

Samsul Bahri Sihombing juga mengatakan sejak jaman Belanda jalan ini tidak pernah dibangun oleh pemerintah.

“Kalau setiap lima tahun sekali, datanglah orang-orang yang pembohong, Pilkada, Pilpres, dan lain-lain,” katanya dengan nada sindiran halus.

Ia juga menuliskan narasi bertuliskan “Begini lah nasip seorang ibu mau melahirkan, gak kesehatan disini, terpaksa di tandu menempuh ke rumah sakit, sipirok tapsel, butuh waktu 6jam sampai dapat mobil. Inikah Indonesia maju, pantasnya malu pemerintah bilang maju, tapi kalau maju korupsi oke” tulisnya.

Dalam narasi yang di suarakan di vidio tersebut berarti mereka berharap jalan agar mendapatkan sentuhan pemerintah untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Warga juga terlihat merasa kesal selalu dijanjikan kebohongan pada masa-masa setiap pemilihan.

Sementara itu, Camat Arse, Partahian Ritonga saat dikonfirmasi awak media mengatakan, kondisi jalan di Dusun Aek Nabara memang masih parah, akan tetapi ada kendala dilokasi saat beberapa waktu lalu mau dibuat jalan menuju ke perkampungan tersebut.

“Areanya masuk dalam kawasan Register sehingga saat ini, Pemerintah Kecamatan dan Pemkab Tapsel masih berusaha untuk mengupayakan pembebasannya ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya kepada wartawan,Sabtu (9/5/2026) malam.

Camat juga menuturkan dengan kejadian yang menimpa warganya yang ditandu menuju Rumah Sakit untuk melahirkan bisa membuka mata hati Dinas Kehutanan Provinsi agar bisa memberikan perhatian khusus terhadap Desa yang ada dalam kawasan tuturnya.

Partahian juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 lalu, program Karya Bhakti TMMD sudah pernah akan direalisasikan ke Dusun Aek Nabara, akan tetapi terkendala karena masuk dalam kawasan hutan lindung ungkapnya.

”Desa Dalihan Natolu, Dusun Aek Nabara sudah ada sejak Indonesia sebelum Merdeka, muda-mudahan dengan peristiwa ini, Dinas Kehutanan Provinsi bisa membuka mata dan hati, sehingga tidak terkendala untuk membangun jalan tersebut,” tandasnya.


(Rahim)


Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page