Tidak Rela Digusur Tanpa Solusi, PKL Sawotratap-Pepelegi Meminta Kedepankan Faktor Kemanusiaan

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Apr 2025 03:47 21 AM Editor

SIDOARJO]]TribunX.id, Ratusan Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kaki Lima(PKL) Sawotratap-Gedangan dan Pepelegi-Waru, melakukan aksi unjuk rasa, menolak rencana penggusuran yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sidoarjo, yang diketahui melalui diterbitkannya Surat Peringatan 3 yang ditanda tangani oleh Kepala Satpol PP Sidoarjo Yany Setyawan, Senin, 14/04/2025.

Berdasarkan UUD 1945, Pasal 28, Bahwa Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya baik lisan maupun tulisan. Bertolak dari undang-undang ini, warga PKL Sawotratap Pepelegi ini melakukan unjuk rasa, menyampaikan pendapatnya agar diketahui bahwa mereka semua sepakat “MENOLAK” Penggusuran sebelum adanya pertemuan untuk mencari solusi bersama agar Program Pemerintah bisa berjalan dengan baik, namun PKL juga tidak dirugikan.

Aksi unjuk rasa ini bertujuan meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar menunda penggusuran sebelum diberikan solusi baik itu direlokasi atau diberi solusi yang lain yang intinya tidak merugikan PKL.

Aksi unjuk rasa ini akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah sehingga direspon baik dengan hadir langsung dilokasi unjuk rasa Ibu Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana.

Hadirnya Ibu Wakil Bupati seperti angin surga yang memberikan kesejukan dan ketenangan bagi warga PKL. Beliau ingin membantu warga PKL agar menjadi lebih baik, namun juga warga PKL juga diminta untuk membantu pemerintah agar kehidupan PKL semakin baik dan program pemerintah juga berjalan dengan baik. Mohon kerja samanya, pinta ibu Mimik.

Dalam kesempatan yang sama, Sebagai orang tua pemerhati, pejuang pembela masyarakat kecil Tito Pradopo yang akrap disapa Bung Tito, menyampaikan permohonannya kepada Ibu Wakil Bupati, Kami mohon warga PKL jangan digusur Bu, ini sandang pangan mereka, mata pencaharian mereka satu-satunnya, kalau digusur mereka mau makan apa, anak-anak mereka mau skolah pake biaya darimana ? Mohon sekali lagi jangan digusur, berilah solusi agar mereka bisa bertahan hidup. Kasihan nasib mereka, ini masalah perut, mau makan apa mereka kalau mereka digusur, ucap bung Tito saat duduk bersama Ibu Wakil Bupati, Kepala Satpol PP, perwakilan dari Pengurus paguyuban PKL, Kepolisian dan TNI. Permohonan ini akhirnnya menyentuh hati ibu Ninik dan akhirnya penggusuran dibatalkan dengan diberikan solusi yang lain.

Jendral Pemerhati masyarakat kecil, rendah hati, perangkul semua kalangan dari berbagai suku, beerjuang sendiri tanpa petinggi dilingkungan terkait, tanpa lurah tanpa Wakil Rakyyat. Dimana mereka saat warganya berteriak ? Entahlah, yang jelas wakil-wakil rakyat akan muncul dengan sendirinya tanpa diminta apabila nanti menjelang pemilu. Semoga dengan ini warga mulai cerdas. Sehat selalu bung. Berjuang terus Jendral sampai kapanpun. Warga PKL mencintaimu.

Ucapan trima kasih juga langsung diucapkan saat itu juga oleh Bang Buyung, Ketua Pagububan PKL. Trima kasih ibu, sudah memberikan kami solusi, semoga Ibu dan Pak Bupati sehat selalu, diberikan umur panjang agar memimpin masyarakat sidoarjo dengan baik dan Sidoarjo menjadi lebih baik Serta lebih maju.

(Ari)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page