Polemik Ijazah Jokowi, Analisis Indikator dan Menurut Eks Aktivis Eksponen ’66 Leo Siagian

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Mei 2025 00:17 33 AM Editor

JAKARTA]]TribunX.id, Polemik soal keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo masih terus bergulir meski Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sudah menghentikan penyelidikan kasus ini. Bareskrim sudah memastikan ijazah Jokowi identik dengan milik rekan-rekannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mengutip dari laman detik.com, bahwa Penanganan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu kategori yang diukur lembaga Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepercayaan publik atas kinerja lembaga negara dan pemberantasan korupsi.

Sekitar 66 persen responden menyatakan tidak percaya Jokowi telah memalsukan ijazah.
Survei ini diikuti oleh 1.286 responden dengan wawancara melalui sambungan telepon. Metode sampel menggunakan double sampling dengan menghasilkan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 93 persen.

Indikator Politik Indonesia lalu membagi responden ke dalam dua kelompok dalam survei kategori ini. Kelompok pertama adalah semua responden yang terlibat survei dan kelompok kedua merupakan mereka yang mengetahui kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Namun menurut eks aktivis eksponen ’66 Leo Siagian menurutnya, “Ijazah pak Jokowi itu belum pernah ditunjukkan kepada publik dan belum pernah dikasih ujilab kepada para ahli digital forensik independen dan pihak ahli yang menuding bahwa ijazah itu Palsu”, ucapnya kepada awak media.

“Tidak ada yang bisa memastikan ijazah itu Asli atau Palsu, bahkan pihak lain menyebutkan ijazah Jokowi hilang, dan ada juga pihak yang bilang Jokowi gak punya ijazah, dan ada lagi yg mengatakan berkas-berkas ijazah Jokowi di KPU Solo, DKI dan KPU Pusat kok katanya tiba-tiba hilang”, cetus Leo

“Yah tambah heboh saja toh? Siapa yang bikin kehebohan/ kegaduhan ini?
Sudahilah kegaduhan ini pak Jokowi, jadilah negarawan sejati, berikanlah ijazah itu diuji labfor oleh para ahli yang independen, jangan hanya oleh Labfor Polri karena semua orang tahu Kapolrinya bekas Ajudan bapak, pastilah dia intervensi para petugas di Labfor Polri itu, sehingga rakyat jadi tambah kecewa dan tidak simpati terhadap kinerja para Aparat Penegak Hukum di negeri ini”, terang Leo.

“Apalagi kinerja Polri selama 10 tahun belakangan ini sangat bobrok. Prof DR Mahfud MD yang mantan Menkopolhukam RI saja mengatakan supremasi hukum di negeri ini dijadikan industri hukum, semrawut dan amburadul, Wani Piro?

“Bahkan ada lembaga survei yang menyebutkan bahwa Polri itu jadi Juara 1 Polisi Terkorup di Asean, yah silahkan dibuka saja rekam jejak digitalnya di medsos, YouTube dan TikTok, IG, Tweeter dll, rekam jejak digital itu tidak pernah bohong dan pasti bisa dibuka/ dibaca oleh semua orang”, ungkap eks kader Demokrat itu.

“Sebenarnya masalah ini sangat sepele tapi kenapa seakan sengaja dibuat rumit dan jadi heboh sedunia? Ada apa dengan ijazahmu itu pak Jokowi? Yah Bertobatlah!

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page