SMA Negeri 2 Sojol Gelar Simulasi TKA: Persiapan Menuju Ujian Digital yang Lebih Objektif

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Okt 2025 13:34 63 AM Editor

Donggala|TribunX.id, SMA Negeri 2 Sojol, Kabupaten Donggala, melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Selasa (28/10/2025) sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan ujian nasional berbasis digital. Kegiatan ini digelar pada pekan terakhir Oktober dan menjadi langkah awal sekolah dalam menghadapi transformasi sistem evaluasi pendidikan di era digital.

Simulasi TKA 2025 diselenggarakan melalui sistem Computer Based Test (CBT) di masing-masing satuan pendidikan. Tujuannya agar peserta didik memahami alur ujian, tata cara login, serta mekanisme menjawab soal secara digital. Melalui kegiatan tersebut, pihak sekolah juga dapat memetakan kesiapan perangkat dan jaringan sebelum pelaksanaan TKA utama yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Kepala SMA Negeri 2 Sojol, Ahmad Ismet Papeo, menjelaskan bahwa simulasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga pada pengenalan pola soal baru yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan penalaran logis.

> “Kegiatan ini kami laksanakan bukan hanya sebatas latihan teknis, tetapi juga untuk membiasakan siswa dengan tipe soal yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ujar Ahmad Ismet Papeo.

 

Salah satu siswa kelas XII, Nurul Aini, mengaku antusias sekaligus gugup mengikuti simulasi berbasis komputer tersebut. Menurutnya, sistem digital memacu siswa untuk lebih teliti dan siap menghadapi ujian berbasis teknologi.

> “Awalnya agak tegang karena belum terbiasa dengan sistem komputer, tapi setelah dijalankan ternyata lebih praktis dan cepat. Kami jadi bisa belajar cara mengatur waktu dan memahami soal lebih efisien,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan oleh Muhammad Fajar, siswa lainnya, yang menilai pelaksanaan CBT membantu mereka memahami alur teknis ujian sebenarnya.

> “Simulasi ini penting supaya nanti saat ujian utama, kami tidak kaget lagi. Sekarang kami sudah tahu cara login dan menjawab soal secara digital,” katanya.

 

Guru pendamping, Sri Handayani, S.Pd, menilai pelaksanaan simulasi ini sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. Ia menegaskan, sistem CBT merupakan bagian dari upaya sekolah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

> “Transformasi ke ujian digital ini membuat penilaian lebih objektif, karena hasil langsung diolah sistem tanpa campur tangan manusia. Selain itu, guru juga bisa menilai sejauh mana kesiapan siswa dan fasilitas sekolah,” jelasnya.

Pelaksanaan simulasi TKA ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi SMA Negeri 2 Sojol dalam menerapkan ujian berbasis digital secara penuh, sekaligus menciptakan proses evaluasi yang lebih transparan, efisien, dan modern.

Marwan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page