Barito Utara|TribunX, Warga Desa Muara Pari, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, melaksanakan kegiatan ritual adat Nyanggar, kegiatan acara ini dilakukan di dua tempat yaitu di lahan IUP. PT. NPR dan di Desa Muara Pari, pada Senin (27/10/2025) lalu.
Nyanggar adalah upacara ritual adat suku Dayak yang bertujuan memohon perlindungan agar makhluk halus tidak mengganggu kehidupan manusia, biasanya Nyanggar sering dilakukan saat akan membuka lahan baru.Ritual adat nyanggar juga merupakan wujud penghormatan terhadap alam dan makhluk-makhluk lain, sekaligus ekspresi rasa syukur atas karunia dari sang pencipta.
Ritual adat Nyanggar dilaksanakan dalam area IUP PT. NPR di lokasi lahan, ritual dilaksanakan oleh Mantir adat dan tokoh adat lainnya dihadiri oleh Pemdes Muara Pari, Kepala Desa Muara Pari 29 orang warga Desa, Perwakilan PT. NPR, Perwakilan PT. PAMA (kontraktor), Perwakilan PT. WIKI serta sejumlah karyawan lapangan.
Kegiatan ritual dilokasi lahan berjalan dengan baik dan lancar, kemudian selanjutnya acara dilanjutkan di Desa Muara Pari, yaitu acara Tolak Bala (tolak marabahaya) sekaligus syukuran telah dilaksanakannya Ritual Adat Menyanggar.
Dalam sambutannya ketua panitia Nyanggar, A. Jamaludin menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga masyarakat Desa Muara Pari yang sudah berpartisipasi dan mendukung kegiatan, sehingga kegiatan pelaksanaan terlaksana dengan baik dan lancar. “Pertama kita laksanakan ritual adat Nyanggar di lokasi lahan, dan yang ke Dua kita laksanakan di Desa Muara Pari yaitu acara selamatan tolak bala,”ungkap Jamaludin.
Sementara itu di tempat yang sama Kepala Desa Muara Pari, Mukti Ali, mengatakan bahwa kalau ada kegiatan yang berupa pembukaan lahan oleh Perusahaan atau usaha lainnya, wajib untuk dilakukan nyanggar terlebih dahulu.
“Setelah kita memaknai, kegiatan ritual adat nyanggar ini adalah tanggung jawab kita semua, baik itu Investor maupun Warga Desa Muara Pari,”ujar Mukti Ali, saat memberikan sambutannya pada acara yang dihadiri oleh : Unsur Pemerintah Desa Muara Pari, Ketua BPD dan anggota,Ketua Rt Desa Muara Parii, Ketua Umum PERWABARA PASTI, Kab.Barut, H. Hajidinor, Perwakilan PT. NPR, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Warga Masyarakat Desa Muara Pari serta undangan lainnya.
Dijelaskan olehnya bahwa kegiatan pada hari ini adalah kegiatan puncak atau terakhir, seperti yang diketahui bersama kegiatan ini di mulai dari Tanggal 27 sampai dengan 28 oktober 2025.
“Sebelumnya untuk mencapai ini banyak tantangannya terutama bagi saya sebagai penanggung jawab, bahwa Nyanggar yg di laksanakan oleh warga, adalah betul-betul tulus dan tidak ada embel-embel untuk kepentingan lain, kegiatan ini berdasarkan surat resmi yang kami sampaikan adalah murni sebagai tanggung jawab kami sebagai warga Desa Muara Pari,”jelasnya.
Kepala Desa Muara Pari juga menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada warga masyarakat Muara Pari, atas partisipasi dan dukungan warga, sehingga kegiatan ritual adat Nyanggar bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dia berharap semoga tradisi gotong royong ini terus di lestarikan seterusnya.
“Kepada warga Desa Muara Pari, dengan hadirnya PT. NPR di wilayah Desa, maka mereka juga adalah bagian dari warga Desa Muara Pari saat ini, jalinlah komunikasi yang baik antar masyarakat dan Perusahaan. Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada kita semua, atas terselenggaranya ritual adat Menyanggar ini,”tutup Mukti Ali.
Perwakilan dari PT.NPR menyampaikan apresiasi atas diadakannya ritual adat nyanggar, dan sangat menghargai adat istiadat suku Dayak.
Pada acara syukuran atas sudah terlaksananya ritual adat nyanggar dan tolak bala , Panitia pelaksana juga mengadakan acara hiburan dengan menghadirkan artis-artiis dari Kota Muara Teweh.
Reporter : Beni
Dokumentasi : Tim TribunX
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar