Mantan Aktivis Eksponen ’66 Kritik Pedas Pernyataan Kapolri: 2030 Indonesia Bubar!

waktu baca 3 menit
Senin, 2 Feb 2026 05:26 29 AM Editor

Jakarta|TribunX.id, Sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa posisi Polri akan tetap berada langsung di bawah Presiden dinilai menjadi komitmen Korps Bhayangkara dalam menjaga profesionalisme dan netralitas.

Termasuk juga membatasi intervensi lembaga manapun, termasuk kementerian.

Pernyataan Kapolri pun menjadi kritikan pedas dari aktivis senior eksponen angkatan ’66, Leo Siagian (74 th), ia mengatakan, “Inilah yang disebut sebagai pejabat MUKARATA MUnafik, seraKAh, Rakus, Amoral, Tamak, Arogan, Seakan dialah yang paling menentukan nasib seluruh insan Polri bukan UU yang dibuat oleh Pemerintah dan DPR”, cetusnya.

“Dan tragisnya lagi, DPR pun menyambut dengan gembira, bertepuk tangan atas statemennya Listyo Sigit itu”, tambahnya.

“Selama 10 tahun dibawah kekuasaan Dinasti cawe-cawe Jokowi yang telah dinobatkan sebagai finalis juara 3 tokoh Terkorup dan Terjahat se- dunia, Institusi Polri pun berhasil jadi juara 1 Kepolisian Terkorup se-Asean”, ucapnya.

“Apa yang bisa kita harapkan dan apa yang bisa kita banggakan dengan pemimpin yang korup itu”? tanyanya.

“Negara salah urus, jadi negara kekuasaan, jadi negeri mafia, Surganya para koruptor”.

“Sebagai warga negara yang baik dan sebagai mantan aktivis Eksponen Angkatan ’66 yang telah tergolong Lansia (74 tahun) terus terang saja, saya malu, saya muak dan saya harus Berani Bicara Benar, Adili Jokowi, makzulkan Gibran dan Pecat Listyo Sigit yang Ketum Parcok itu”.

“Seharusnya Polri juga layak dibubarkan saja, ada beberapa negara di dunia yang tanpa Polisi tapi warganya bisa hidup aman, nyaman, damai dan sejahtera, itu yang harus kita tiru”, tandas Leo Ketum FJPK (Forum Jurnalis Peduli Keadilan).

“Di negeri kita ini ada Jenderal polisi jadi pembunuh, ada Jenderal yang jadi agen narkoba, dan sangat banyak Pamen dan Pati Polri yang punya rekening gendut, punya rumah/ villa mewah, punya mobil mewah tapi semuanya itu bisa lolos kontrol dari pengawasan DPR”, bebernya.

“Yah betul juga ramalan atau prediksi Prabowo yang mengatakan “2030 Indonesia akan bubar”.

“Seandainya Aceh Merdeka, Papua Merdeka, Maluku Merdeka, Riau Merdeka, Kalimantan Merdeka, tentu Provinsi-provinsi yang lainnya akan meminta untuk merdeka”.

“Kenapa banyak daerah-daerah mau Merdeka…???
Salah-satunya, karena banyak rakyat kecil di berbagai daerah yang ditindas, dirampas hak ulayatnya, diusir paksa dari lahan para leluhur nya yang dibuka, dihuni dan telah diusahai sejak zaman Belanda, yah sebelum negara RI ini diproklamirkan kemerdekaannya”.

“Salah duanya, karena banyak daerah yang dikuras kekayaan alamnya, dirusak lingkungannya dan hasilnya digondol investor keluar negeri, tapi rakyat di daerahlah yang menanggung bencana jadi korban banjir dan longsor”.

“Salah tiganya, yah begitulah kehancuran berbagai daerah selama era Reformasi kebablasan ini. Apalagi dikuasai oleh Dinasti cawe-cawe selama 10 tahun belakangan ini kekayaan alam negeri ini diberikan kepda Aseng dan Asing”, tutup Leo Siagian Korwil Gerakan Jalan Lurus (GJL) se-Jabodetabek.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page