Sengketa Lahan, Diduga Segerombolan Bersenjata Usir Warga

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Mar 2026 16:25 65 AM Editor

INHIL|TribunX.id, Segerombolan preman bersenjata datangi lahan sawit masyarakat Desa Sekayan kecamatan Kemuning kabupaten Indragiri Hilir Riau, Sabtu (7/2/2026).

Mereka membuat keributan dan mengusir warga yang berada disekitar lahan dan pos jaga.

Salah satu masyarakat bernama Frinando Situmeang yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan gerombolan itu mengklaim kelompoknya dari PT Agrinas sebagai tugas negara dan menyebut lahan itu ilegal.

Mereka terlihat membawa benda senjata tajam. Peristiwa itu berujung perdebatan hingga penganiayaan. Awalnya masyarakat dilokasi kejadian menanyakan apa tujuan mereka.

Namun preman berjumlah 28 orang itu memerintahkan masyarakat untuk mengosongkan lahan dan lahan tersebut akan dikuasainya.

“Saya melihat mereka datang dengan tiba-tiba dan begitu sampai di pos, salah seorang yang kami kenal dari mereka bernama Aritonang langsung berkata, kami mau mengambil alih lahan ini kalian keluar lah, kami kesini urusan negara,” ujar Frinando, Selasa (10/3/2026).

Perdebatan antara warga dan gerombolan preman berujung pada tindak penganiayaan. Akibatnya, tiga orang warga mengalami luka-luka. Mereka adalah Rijal Hasibuan, Rimson Sihombing, dan Andi Saputra Siagian. Salah seorang korban bahkan dilaporkan mengalami bibir pecah akibat pukulan.

Situasi bertambah genting ketika warga melihat sebuah benda yang diduga kuat sebagai senjata api terjatuh dari pinggang salah satu pelaku. “Kami lihat ada yang jatuh, mirip pistol. Banyak warga langsung lari menyelamatkan diri karena takut terjadi penembakan,” tambah Frinando.

Menurut Frinando Kedatangan preman tersebut diduga suruhan CV Cahaya Putri Melayu Direktur bernama Rosmely. Nama tersebut muncul setelah satu dari masyarakat sebelumnya meminta gerombolan preman menunjukkan surat.

Polisi tiba dilokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan melakukan pengamanan. Namun kedatangan aparat itu membuat preman tersebut kabur.

Tidak terima dengan peristiwa itu sejumlah korban yang mengalami penganiayaan mendatangi Polsek Kemuning dan melaporkan kejadian tersebut.

Masyarakat berharap agar kasus ini segera diusut tuntas, mengingat pelakunya sudah jelas dan alat bukti sudah kuat. Masyarakat meminta Polisi segera menangkap pelaku.

Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit membenarkan peristiwa itu. Pihak nya menerima pengaduan masyarakat (Dumas) yang saat ini sedang dalam Lidik.

“Itu pasti ditindak lanjuti. Sedang berproses,” singkat M. Manungkalit kepada media.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page