LAHAT | TribunX.id, Kondisi ruang kelas di SDN 1 Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, memprihatinkan. Dua rombongan belajar terpaksa digabung dalam satu ruangan, bahkan papan tulis dibagi dua.
Temuan itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Arlan Darqomi, S.Pd., M.Pd., saat meninjau sekolah tersebut pada Selasa, 8 September 2026.
Kunjungan dimulai dengan menghadiri acara observasi di SDN 7 Lahat Selatan. Setelah itu, tim melanjutkan cek sarana prasarana ke empat sekolah di Kecamatan Gumay Ulu, yaitu SDN 1, SDN 2, SDN 4, dan SDN 6 Gumay Ulu.
“Tim mencatat seluruh kebutuhan sarpras yang masuk skala prioritas. Kami minta setiap sekolah segera mengajukan proposal sebagai kelengkapan administrasi,” ujar Arlan.
Kelas 2 dan 4 Satu Ruangan
Berdasarkan hasil observasi di SDN 1 Gumay Ulu, kelas 2 dan kelas 4 belajar dalam satu ruangan. Pihak sekolah membagi papan tulis menjadi dua bagian dengan garis di tengah.
Selain itu, fungsi kelas 3 digabung dengan perpustakaan. Dengan begitu, satu rombel harus menanggung dua fungsi sekaligus.
Kepala SDN 1 Gumay Ulu, Siti Heni Hirayani, S.Pd.I., menyampaikan usulan pembangunan ruang kelas baru kepada Bupati dan Wakil Bupati Lahat melalui Dinas Pendidikan.
Lahan Masih Luas
Arlan Darqomi menegaskan, aturan melarang sekolah menyelenggarakan sistem dobel sief.
“Aturan melarang sekolah menyelenggarakan dobel sief. Lahan di sekolah ini masih luas. Kami akan tindaklanjuti seluruh kebutuhan sarpras,” kata Arlan.
Ia menyebut, data hasil kunjungan ini akan menjadi dasar usulan program tahun depan. Pemkab Lahat melalui Dinas Pendidikan berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang layak bagi siswa di Gumay Ulu.
“Ini bentuk nyata kami mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Lahat, yaitu Menata Kota Membangun Desa. Pendidikan layak harus sampai ke pelosok,” pungkas Arlan.
Penulis:
Andhi Mulyansyah
TribunX.id
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar