Cara Mengatasi Kemacetan di Jakarta, Dharma: Tak Ada Lagi Lampu Merah

waktu baca 2 menit
Rabu, 30 Okt 2024 06:06 32 AM Editor

JAKARTA]]TribunX.id Mengutip dalam debat perdana Pilkada Jakarta yang berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta, Minggu (6/10/2024) malam, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun menyebut bahwa untuk menangani kemacetan di Jakarta, tidak perlu menambah armada transportasi.

Menurut dia langkah menambah armada membuat anggaran dana membengkak.

Katanya, anggaran tidak boleh dikeluarkan tanpa mengetahui secara pasti faktor yang perlu diperbaiki.

Dharma Cagub Jakarta nomor urut 2 menghadiri acara ‘Silaturahmi Kebangsaan’ di Sekretariat Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/10/2024).

Dalam kesempatan ini Dharma mengungkapkan cara mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurutnya, “lampu merah adalah biang kemacetan sehingga perlu mekanisme jalan underpass dan overpass di titik persimpangan ramai di Jakarta”.

“Jadi, supaya menghindari adanya lampu merah di persimpangan-persimpangan jalan, sudah ada teknologi yang hanya dalam 7 hari overpass dan underpass itu akan terbangun,” ungkap Dharma.

Dharma menyebut “telah memetakan titik-titik kemacetan yang perlu dibangun overpass dan underpass. Daerah Thamrin termasuk salah satu yang disorotinya”.

“Titik prioritasnya di persimpangan-persimpangan jalan yang masih menggunakan lampu merah. Pokoknya titik macet sudah dipetakan. Jadi, harus diperbanyak. Jangan ada lagi lampu merah. Thamrin saja masih ada lampu merah,” ujarnya.

Dharma telah mengirim tim untuk mengkaji hal ini. Menurutnya lampu merah tidak efektif untuk mencegah kemacetan.

“Jadi ternyata setelah kami pelajari, lampu merah, separator jalan itu harus dicabut.Karena ternyata kadang-kadang di sininya (salah satu sisi) padat, di sininya (sisi lain) kosong,” ucapnya.

Dharma menilai “ada 5 teknologi yang dapat menyelesaikan proyek underpass dan overpass dalam waktu 7 hari saja. Menurutnya, hal ini akan sangat efektif menangani masalah macet Jakarta”.

“Ada 5 teknologi yang bisa dilakukan, tinggal pilih yang mana, 7 hari di satu titik, lumayan cepat dong, sangat efektif, dan akan lebih efektif dari pada yang kita lihat di Bundaran Semanggi”, sebutnya.

“Karena nanti ada underpass-nya, ada overpass-nya. Dia akan lebih sirkulasinya akan jalan, kayak air,” tandasnya. (Js)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page