Tapanuli Selatan]]TribunX.id, Ratusan masyarakat yang tercatat masyarakat Desa Situmbaga, kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan provinsi Sumatera Utara mulai unsur Ketua Badan permusyawaratan Desa (BPD), Ketua LPMD tokoh adat, tokoh agama, Karang Taruna, tokoh lapisan perempuan, Tokoh Masyarakat (Tomas) desa Situmbaga, perangkat desa, lainnya resah atas kehadiran oknum tersebut.
Masyarakat desa situmbaga merasa resah dan keberatan atas kehadiran beberapa diduga oknum mahasiswa telah membuat aksi ujung rasa depan kantor desa Situmbaga pada hari Kamis (08/05/2025).
Beberapa Tomas atau Tokoh Masyarakat turut menanggapi kepada awak media terkait adanya kedatangan diduga Mahasiswa untuk Unras ( unjum rasa ).
Ahmad Syukur Hutagalung (44) selaku Ketua BPD Desa Situmbaga mengecam aksi diduga mahasiswa ingin membakar ban depan, lalu Ketua BPD melarang, “ini tidak cocok yang ada buat kami semua masyarakat, tidak ada keberatan atas kinerja Kades kami dan perangkat desa Situmbaga”, ucap Ahmad.
Lanjut ketua BPD “membenarkan setiap kegiatan program di desa Situmbaga hasil musyawarah, mulai sistem pembangunan kegiatan dan juga sudah dijalankan pembagian BLT Sudah terealisasi, saya siap mempertanggung jawab’, ujar Ahmad.
Mara Halim Harahap (48) ketua LPMD Desa Situmbaga, dengan kehadiran aksi yang dilakukan oknum tersebut sangat membuat masyarakat resah, Mara Halim menilai oknum itu sebagai aksi untuk membuat masyarakat lebih Anarkis apabila oknum datang kembali.
“Kami dari unsur LPMD, dengan adanya aksi ujung rasa di desa kami, tidak terima dengan kehadiran oknum mahasiswa itu, masyarakat desa Situmbaga tidak terima atas kehadiran mereka, hanya membuat suasana desa tidak Efektif”,
Kata ketua LPMD kepada awak media.
Rifai Hasibuhan (42) sebagai tokoh agama di desa Situmbaga, “sangat disayangkan oknum diduga beberapa mahasiswa, dengan adanya aksi unjuk rasa di desa Situmbaga, bisa menimbulkan keresahan dan kegaduhan di desa kami ini.
M.Yusuf Hasibuhan selaku tokoh adat Desa Situmbaga, “menyayangkan dengan ada aksi unjuk rasa yang dilakukan oknum mahasiswa yang datang ke desa kami ini, saya sebagai tokoh adat disini, diduga oknum tersebut yang kurang kerjaan, dan saya melihat kinerja Kades kami disini selalu membuat Musyawarah bersama masyarakat desa Situmbaga.
Tokoh masyarakat Saiful Aman Tanjung juga membenarkan dengan aksi oknum itu, “padahal semua selalu di Musyawarah kan secara bersamaan, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah desa, BPD, LPMD dan lainnya”.
Rosliana Nasution selaku tokoh perempuan di desa Situmbaga bersama puluh emak emak juga merasa keberatan atas kehadiran mereka, Tokoh perempuan menilai mereka hanya membuat ribut di desa Situmbaga ini.
Kepala dusun desa Situmbaga, Albani Nasution aksi yang tidak didukung masyarakat desa Situmbaga, Albani meminta kepada oknum mahasiswa itu jangan datang lagi ke desa mereka untuk membuat keributan, semua aktivitas masyarakat kami berjalan lancar, dan kehadiran oknum tersebut hanya membuat masyarakat jadi resah setiap pembangunan juga berjalan dengan aman tidak ada yang dimasalahkan di desa kami ini”, tutur Albani Nasution.
(Rahim)












