Harapan Pseksu ke Bupati Bursah: Tolong Benahi Sekolah Kami yang Hanya Punya 3 Kelas

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 15:25 51 Kustiawan

PSEKSU | TribunX.id , Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lahat, melaui Kabid Pembinaan SD Arlan Darqomi, M.Pd menemukan 4 persoalan mendasar pada sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Lahat khususnya Kecamatan Pseksu. Arlan menemukan kondisi itu saat melakukan peninjauan langsung pada Rabu 3 September 2026.

Hasil peninjauan menunjukkan SDN 6 dan SDN 9 Pseksu saat ini hanya memiliki 3 ruang kelas. Jumlah tersebut jauh dari standar yang pemerintah tetapkan.

Akibat keterbatasan tersebut, pihak sekolah membagi satu ruang kelas menjadi dua bagian. Langkah ini menjadi solusi darurat agar proses belajar mengajar untuk seluruh tingkatan kelas tetap berjalan.

“Kami hanya memiliki 3 ruang kelas. Karena itu guru membagi satu ruang menjadi dua agar kegiatan belajar mengajar dapat terlayani,” ujar sumber dari sekolah.

Jumlah Ruang Kelas Tidak Memenuhi Standar
Kondisi di SDN 6 dan SDN 9 Pseksu bertentangan dengan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007. Aturan tersebut mewajibkan setiap SD/MI memiliki minimal 6 ruang kelas.

Dengan hanya 3 ruang kelas, kedua sekolah di Pseksu hanya memenuhi 50% dari standar minimal.

Belum Ada Pagar Permanen
Selain ruang kelas, kedua sekolah belum memiliki pagar permanen. Saat ini sekolah hanya mengandalkan pagar manual seadanya. Kondisi ini berpotensi menurunkan tingkat keamanan lingkungan sekolah dan rawan dimasuki hewan ternak.

Lapangan dan Akses Air Belum Layak
Lebih lanjut, lapangan upacara kedua sekolah masih berupa tanah. Pada musim kemarau lapangan berdebu. Sementara pada musim hujan lapangan menjadi becek.

Tidak hanya itu, sekolah juga belum memiliki akses air bersih. Saat ini guru dan siswa hanya mengandalkan air sumur manual. Kondisi ini menghambat pemenuhan kebutuhan dasar seperti mencuci tangan.

Proses Belajar Mengajar Terganggu
Penggabungan dua kelas dalam satu ruangan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Suara dari kelas yang berbeda saling tumpang tindih. Kondisi ini mengganggu konsentrasi siswa dan menyulitkan guru dalam mengelola kelas secara efektif.

Disdikbud Lahat Dorong Pengajuan Proposal
Menanggapi temuan tersebut, Arlan Darqomi segera memberikan arahan. Ia meminta pihak sekolah segera menyusun dan mengajukan proposal kebutuhan prioritas ke Disdikbud Lahat.

“Segera susun proposalnya. Kami akan memprioritaskan sesuai visi misi Bupati Lahat untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang layak,” tegas Arlan.

Suara Masyarakat Pseksu
Kondisi ini memunculkan harapan besar dari masyarakat Pseksu kepada Bupati Lahat Bursah Zarnubi. Sebagai putra asli Pseksu, masyarakat meyakini Bupati Bursah memahami betul kondisi pendidikan di daerah kelahirannya.

“Kami titip anak-anak kami ke Pak Bupati Bursah. Tolong benahi sekolah kami. Masa iya anak Pseksu belajar berdesakan di 3 kelas saja,” ujar salah satu wali murid.

Masyarakat mendesak agar 4 poin kekurangan di SDN 6 dan SDN 9 Pseksu segera masuk dalam prioritas pembangunan Pemkab Lahat.

Andhi Mulyansyah
TribunX.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page