Jalan Lintas Timur Jambi–Palembang di Kaliberau Rusak Parah, Arus Lalu Lintas Lumpuh Berjam-Jam

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 12:54 26 AM Editor

Muba | TribunX.id, Kerusakan berat kembali melanda ruas Jalan Lintas Timur Jambi–Palembang di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (19/11/2025). Akibatnya, ribuan kendaraan terjebak kemacetan panjang hingga berjam-jam, membuat para pengendara mengeluh keras atas lambannya penanganan dari pihak terkait.

Dari pantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi bukan sekadar lubang biasa. Beberapa titik jalan ambles cukup dalam, memaksa kendaraan berat melaju sangat pelan bahkan berhenti total. Kondisi ini membuat alur kendaraan tersendat sepanjang beberapa kilometer.

Joni, seorang pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut, mengaku frustasi dengan kondisi ini. Ia menilai kerusakan sudah lama terjadi namun tak kunjung diperbaiki secara serius.

“Sudah lama rusaknya. Tapi perbaikannya lambat sekali. Nunggu sampai separah ini dulu baru ditangani,” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga sekitar pun menyampaikan keluhan senada. Mereka menilai kerusakan yang makin parah disebabkan oleh banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas tanpa pengawasan maksimal. Beberapa kali warga melihat truk patah as akibat muatan berlebih, memperparah kemacetan dan kondisi jalan.

Masyarakat mendesak pemerintah, terutama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan dinas PU, segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Mereka menegaskan bahwa jalan nasional ini merupakan jalur vital yang menghubungkan dua provinsi besar, sehingga keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama.

Sementara itu, petugas Satlantas Polres Musi Banyuasin telah dikerahkan untuk mengurai kemacetan. Arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup guna mengurangi tumpukan kendaraan. Petugas PU yang berada di lokasi juga terlihat melakukan pemeriksaan detail pada titik-titik kerusakan.

Hingga malam hari, antrean kendaraan masih terjadi meski perlahan mulai terurai. Masyarakat berharap perbaikan yang dilakukan bukan hanya bersifat sementara, melainkan solusi jangka panjang agar insiden serupa tidak terus berulang di jalur vital ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page