JAKARTA|TribunX.id, Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah rekomendasi dan kajian strategis untuk memperkuat perekonomian nasional di tengah perkembangan ekonomi global.
Dalam pertemuan itu, DEN menyampaikan tujuh agenda strategis yang dinilai penting sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional.
Agenda pertama adalah digitalisasi perlindungan sosial. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi serta memastikan bantuan sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima.
Kedua, DEN membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dampaknya terhadap kehadiran siswa, semangat belajar, kualitas menu makanan, serta pemerataan penerima manfaat.
Ketiga, pembahasan mencakup hilirisasi industri, khususnya sektor nikel, aluminium, dan komponen baterai litium. Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus mendorong ekspor nasional.
Keempat, DEN menyoroti ketahanan energi, meliputi strategi menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, memperkuat ekosistem pengadaan bahan bakar, serta meningkatkan ketepatan sasaran subsidi energi.
Kelima, pemerintah juga mendapat masukan mengenai antisipasi fenomena El Nino dan La Nina. Kesiapsiagaan diperlukan untuk menghadapi potensi kekeringan dan banjir yang dapat memengaruhi produksi serta ketersediaan pangan.
Keenam, DEN membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk upaya pengairan lahan gambut dan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
Ketujuh, agenda yang disampaikan berkaitan dengan reformasi pasar modal melalui penguatan penegakan aturan dan perbaikan tata kelola untuk mendukung pasar modal yang lebih tertib dan transparan.
Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap berbagai kajian dan data yang disampaikan DEN sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Penggunaan data yang akurat dan kajian berbasis studi menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.
DEN juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam mendukung kebijakan yang tepat sasaran serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Melalui pembahasan tersebut, pemerintah memperoleh berbagai masukan strategis yang mencakup perlindungan sosial, pendidikan dan gizi, industrialisasi, energi, ketahanan pangan, lingkungan, hingga tata kelola pasar modal. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi perekonomian nasional di tengah dinamika global.
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar