Tim Tanggap Darurat Universitas Aufa Royhan Serahkan Teknologi Inovasi Tandon Air bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Tapanuli Selatan|TribunX.id, Tim Tanggap Darurat Universitas Aufa Royhan Serahkan Teknologi Inovasi Tandon Air bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Desa Bandar Tarutung dan Simatohir Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tapanuli Selatan II Upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Selatan terus dilakukan melalui berbagai aksi kemanusiaan.

Tim Tanggap Darurat Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek berkolaborasi dengan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa penyerahan teknologi inovasi tandon air lengkap dengan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak di Desa Bandar Tarutung dan Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 10/12/2025. Hal ini di sampaikan kepala Desa Bandar Tarutung, Sulham Sihombing kepada awak media, Rabu 31/12 2025.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="2"]

Ia menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika. “Universitas Aufa Royhan berperan aktif menyalurkan bantuan dan membuka posko kemanusiaan Siaga Bencana. Ini menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan ditanamkan kepada mahasiswa,” ujar kepala Desa Bandar Tarutung, Sulham Sihombing, Rabu (31/12/2025).

Lebih lanjut Sulham Sihombing mengatakan bahwa Bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Banyak sumber air tercemar lumpur dan material longsor, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, memasak, serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, DPPM Kemendiktisaintek bersama Universitas Aufa Royhan menghadirkan solusi berbasis teknologi inovasi tandon air yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Teknologi tandon air yang diserahkan dilengkapi dengan sistem penyaluran air yang dirancang untuk memudahkan distribusi air bersih ke titik-titik kebutuhan warga. Kehadiran tandon air ini diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang efektif sekaligus mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat pascabencana.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="3"]

Sulham Sihombing juga menjelaskan bahwa Penyerahan bantuan inovasi teknologi ini dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Pelaksana, Dr. Haslinah, SKM., M.Kes, bersama anggota tim yang terdiri dari Ns. Nanda Masraini, S.Kep., M.Kep, Indra Maulana, S.Pd., M.Pd, Halman Paris Ritonga, SE., MM, serta Bdn. Fatma Mutia, SST., MKM. Kehadiran tim di lokasi menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat menghadapi dampak bencana.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana, Dr. Haslinah, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan moral agar warga tetap semangat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana Dan penyerahan tandon air ini merupakan bagian dari komitmen DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan dalam memberikan solusi berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak hanya sebatas pemberian logistik, tetapi juga perlu menghadirkan inovasi yang mampu menjawab permasalahan nyata di lapangan, khususnya terkait kebutuhan air bersih yang sangat vital bagi kesehatan masyarakat.

[bacajuga berdasarkan="category" mulaipos="1"]

Masyarakat Desa Bandar Tarutung dan Simatohir menyambut baik bantuan tersebut. Warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan, karena keberadaan tandon air sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi keluarga yang masih berada di lokasi terdampak dan belum sepenuhnya pulih dari bencana.

Kolaborasi antara DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, dunia akademik hadir tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemulihan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat pascabencana di Kecamatan Angkola Sangkunur. DPPM Kemendiktisaintek dan Universitas Aufa Royhan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya kemanusiaan dan menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Desa Bandar Tarutung, Sulham Sihombing berharap kampus-kampus di Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan terus mendorong mahasiswanya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.

(Rahim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *