Aksi Damai di Klalin 6 Sorong Disambut Tembakan, Warga Tertembak di Kaki

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Jul 2026 17:30 115 admin

SORONG, TribunX.id – Aksi protes warga di kawasan Klalin 6, Kelurahan Warmon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, berakhir dengan insiden penembakan. Seorang warga bernama Timotius Rumpaidus dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian kaki.

 

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat. Warga mendesak agar insiden ini segera diusut secara transparan, akuntabel, dan profesional guna memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diidentifikasi secara jelas.

 

Berdasarkan keterangan Lambert Makona kepada wartawan, insiden bermula ketika sejumlah orang yang disebut sebagai anggota TNI mendatangi kediaman Timotius Rumpaidus sekitar pukul 10.00 WIT.

 

Lambert menyebutkan bahwa saat itu terdapat sekitar tujuh orang yang datang dan diduga membawa senjata. Kehadiran mereka kemudian memicu ketegangan yang berujung pada adu mulut dan keributan.

 

Ketika Kaka Timo keluar untuk menemui mereka, terjadi pertengkaran. Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan,” ujar Lambert.

 

Ia menambahkan bahwa Timotius mengalami luka tembak pada bagian kaki. Setelah kejadian, korban segera dievakuasi oleh warga untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Setelah terdengar tembakan, Kaka Timo berteriak bahwa dirinya ditembak. Kami kemudian langsung membawanya ke rumah sakit,” kata Lambert.

 

Insiden ini kini menjadi perhatian publik. Terlebih, menurut keterangan warga, aksi protes sebelumnya berkaitan dengan sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat, termasuk dugaan distribusi BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan serta dugaan persoalan lingkungan di sekitar kawasan produksi kayu.

 

Namun demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Belum terdapat keputusan atau keterangan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.

 

Kepala Suku Biak Kabupaten Sorong, Moses Adadikam, mengecam keras insiden tersebut. Ia meminta pimpinan TNI untuk segera turun tangan dan memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka.

 

Kami mengutuk dan mengecam keras kejadian ini. Kami meminta Panglima TNI segera memberikan perhatian serius dan memerintahkan jajarannya di Sorong untuk mengusut kasus ini secara tuntas,” tegas Moses.

 

Moses menegaskan bahwa apabila benar penembakan tersebut dilakukan oleh anggota TNI, maka harus dilakukan proses hukum dan pemeriksaan internal secara transparan. Ia juga meminta agar pihak yang terbukti bersalah diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Kami akan mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan keadilan bagi korban,” ujarnya.

 

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan serius terkait pola penanganan konflik antara masyarakat dan aparat di Papua Barat Daya. Warga berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan humanis, bukan melalui tindakan kekerasan.

 

Hingga saat ini, publik menantikan langkah resmi aparat untuk mengungkap fakta sebenarnya: apa yang terjadi di Klalin 6, siapa yang melepaskan tembakan, dan apa yang menjadi pemicu hingga seorang warga terkena peluru.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian maupun dugaan keterlibatan personel dalam insiden tersebut. TribunX.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak TNI maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.

@Dwlon

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page