Aksi Unras BSU di Batang Hari Berjalan Damai, Polisi Sapa dan Bagi Air Minum ke Massa

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 10:07 68 Kustiawan

BATANG HARI |tribunX.id, Ratusan buruh dari Serikat Pekerja Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPP SPSI) PT Berkat Sawit Utama (BSU) menggelar aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polres Batang Hari, Kamis, 27 Agustus 2026.

Berbeda dari biasanya, pengamanan aksi kali ini dikemas dengan pendekatan humanis. Polres Batang Hari tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dengan peserta aksi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Batang Hari Kompol Roslinda RM, S.Pd. bersama para Pejabat Utama Polres. Sebanyak 100 personel. dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi yang diikuti sekitar 200-300 orang peserta. Massa datang dengan menggunakan 9 unit bus dan 2 unit minibus.

Sejak awal kegiatan, petugas terlihat aktif berdialog dengan orator dan peserta aksi. Di tengah cuaca yang cukup terik, anggota kepolisian juga membagikan air minum sebagai bentuk kepedulian dan upaya menjaga kondusivitas.

Wakapolres Batang Hari menegaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi.

“*Polri hadir untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga dengan baik. ujar Roslinda.

Dalam aksinya, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan melalui spanduk dan orasinya. Beberapa di antaranya bertuliskan _“KAMI BUTUH KEPASTIAN BUKAN JANJI”_ dan _“INGIN KERJA JANGAN PHK KAN”_. Mereka berharap pihak perusahaan dapat memberikan kepastian terkait nasib dan kesejahteraan pekerja.

Berkat koordinasi dan komunikasi yang baik antara aparat keamanan dengan peserta aksi, unjuk rasa berlangsung dengan lancar. Tidak terdapat aksi anarkis, saling dorong, maupun provokasi. Hingga kegiatan selesai dan massa membubarkan diri, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan ruang dialog yang sehat antara Polri dan masyarakat.

( DA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page