Cukit Kuliner Hantaran Untuk Tetangga Yang Hampir Tiada

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Mar 2025 02:54 15 AM Editor

Pemalang]]TribunX.id, Bulan Ramadhan sudah memasuki hari ke -25 pada Selasa 25 Maret 2025 ini, beberapa pedagang makanan khas tradisional kue cukit,yaitu sejenis makanan mirip kue apem di Pemalang mulai bermunculan, mereka tidak hanya berjualan, akan tetapi membawa tradisi unik yang lekat yang sudah menjadi tradisi puluhan tahun lamanya di kalangan warga masyarakat, Pemalang.

Kue tradisional ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan ada simbol atau makna yang telah diwariskan turun-temurun.
Kue sejenis apem yang terbuat dari tepung beras, ragi, dan santan ini, memiliki rasa manis gurih yang khas.

Menurut Sutiah (65 ) warga kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang kota, ada makna mendalam yang diyakini masyarakat di balik munculnya kue Cukit pada hari ke -21 sampai 29 Bulan puasa.

” Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh ampunan, dimana orang yang melaksanakanya dengan ikhlas, memasuki hari ke – 21 sampai 29, mungkin saat dicabutnya ( dicukiti/jawa) Dosa dosa orang yang melaksanakan puasa,” tutur Sutiah

” Hal ini masih kemungkinan mendorong masyarakat pada jaman dulu disimbolkan dengan pembuatan kue Cukit di hari hari menjelang berakhirnya bulan puasa, itu menurut cerita orang’tua jaman dulu ” tutupnya.

Proses pembuatan kue Cukit membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Adonan yang telah jadi kemudian dikukus hingga matang, Setelah dingin, kue Cukit dimasukan ke kantong plastik kecil siap dijual dengan harga antara Rp.10 rb – Rp.20 ribu.

Sementara itu ditilik dari khasanah budaya Masyarakat jawa khususnya, menurut Andy Rustono ketua Dewan Kesenian Pemalang ( DKP) menuturkan, Jika kue Cukit sejak dulu sudah ada terutama menjadi cemilan buat orang – orang yang sedang Tadarusan di Musholla

” Salah satu unsur budaya yang berkedudukan cukup sentral, karena makanan berhubungan dengan pembiasaan tubuh, khususnya lidah,” terang Andy

” Dan sampai sekarang masih terpelihara, persoalannya semakin sedikit yang berjualan karna musiman makanan ini hanya ada pada saat jelang lebaran saling kuliner hantar tetangga” tutupnya .( Ragil).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page