MUARA PAYANG | TribunX.id, Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat menemukan kondisi sarana dan prasarana SDN 7 Muara Payang dalam keadaan sangat memprihatinkan. Temuan itu didapat saat Kepala Bidang Pembinaan SD, Arlan Darqomi melakukan peninjauan langsung pada Sabtu, 12 September 2026.
Peninjauan tersebut merupakan rangkaian kegiatan setelah Arlan mewakili Kadindikbud Lahat membuka Bimtek Digitalisasi Pemanfaatan BOSP Kinerja Terbaik TA 2026 Gugus 2 di SDN 6 Jarai.
Belajar Kelas Rangkap
Kepala Sekolah SDN 7 Muara Payang, Ria Anugrah, memaparkan kondisi riil sekolahnya. Dari 6 rombongan belajar, sekolah hanya memiliki 3 ruang kelas.
“Satu lokal kami pakai untuk kelas 1 dan 2. Satu lagi untuk kelas 3 dan 4. Dan satu lagi untuk kelas 5 dan 6. Jadi mau tidak mau kami harus kelas rangkap,” jelas Ria.
Selain kekurangan ruang kelas, Ria juga menyampaikan sekolah tidak memiliki WC yang layak, tidak ada akses air bersih, belum ada pagar keliling, dan belum memiliki perpustakaan. Kantor sekolah pun masih menumpang di rumah dinas guru.
“Kami berharap ada bantuan. Mau itu pembangunan 3 ruang kelas, perbaikan WC, air bersih, pagar, atau perpustakaan. Apa pun bentuk bantuannya kami terima,” harapnya.
Segera Diusulkan ke Pemda
Arlan membenarkan bahwa kondisi SDN 7 Muara Payang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan dan belum layak akreditasi.
“Dengan 6 rombel tetapi hanya ada 3 kelas, ini jelas tidak ideal. Ini menjadi prioritas kami untuk segera diusulkan kepada Pemerintah Daerah,” tegas Arlan.
Ia menambahkan, peninjauan ini adalah implementasi nyata visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lahat “Menata Kota Membangun Desa”. Tujuannya agar sekolah-sekolah di desa mendapatkan fasilitas yang setara.
Andhi Mulyansyah
TribunX.id
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar