Memprihatinkan, SDN 10 Tanjung Sakti PUMI Pakai WC Berpintu Spanduk

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Okt 2026 12:39 171 Kustiawan

TANJUNG SAKTI PUMI | TribunX.id – Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Arlan Darqomi, S.Pd., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN 10 Tanjung Sakti PUMI dan menemukan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan. Rabu 7 Oktober 2026.

Setibanya di lokasi, Arlan Darqomi secara aktif menelusuri setiap sudut sarana dan prasarana. Hasilnya, ia mengidentifikasi kondisi ruang kelas yang jauh dari kata layak, serta fasilitas sanitasi yang tidak memenuhi standar kesehatan dan kelayakan.

WC Berpintu Spanduk, Bangunan Komite

Kepala Sekolah SDN 10 Tanjung Sakti PUMI, Yarna Dewi, secara terbuka memaparkan kondisi riil sekolahnya kepada Arlan Darqomi.

Yarna Dewi menjelaskan, SDN 10 belum pernah menerima bantuan pembangunan WC dari Disdikbud Lahat. Akibatnya, hingga saat ini siswa dan guru masih menggunakan WC tidak layak dengan pintu yang terbuat dari spanduk bekas.

Selain itu, Yarna Dewi mengungkapkan bahwa bangunan WC yang tersedia saat ini merupakan bangunan komite hasil swadaya masyarakat, bukan bangunan permanen yang bersumber dari pemerintah.

“Kondisi ruang kelas kami jauh dari kata layak, WC tidak layak dan pintunya dari spanduk. Itu juga bangunan komite,” ungkap Yarna Dewi.

Selanjutnya, Yarna Dewi berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi sekolahnya.

Ia menilai bahwa ketersediaan WC permanen yang higienis dan ruang kelas yang representatif merupakan kebutuhan dasar yang fundamental untuk menunjang proses pembelajaran yang aman, sehat, dan bermartabat.

“Kami berharap kepada Pemda Lahat melalui Dinas Pendidikan dapat memperhatikan keadaan sekolah kami, terutama WC, ruang kelas, dan ruang kantor,” harap Yarna Dewi.

Pihak Disdikbud Akan Perjuangkan

Sementara itu, menanggapi pemaparan tersebut, Kabid Pembinaan SD, Arlan Darqomi, S.Pd., mengaku prihatin dan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan usulan tersebut secara serius.

Menurut Arlan, kondisi SDN 10 Tanjung Sakti PUMI merupakan potret nyata ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah pelosok yang memerlukan intervensi kebijakan yang afirmatif.

Atas dasar itu, Arlan memastikan akan secara aktif mendorong agar pengajuan pembangunan WC permanen dan rehabilitasi ruang kelas SDN 10 segera terakomodasi dalam perencanaan strategis Disdikbud Lahat.

“WC dan ruang kelas dan ruang kantor kita perjuangkan untuk merealisasikan usulan sarpras sekolah,” tegas Arlan Darqomi.

Dengan demikian, sidak tersebut tidak hanya menjadi sarana evaluasi faktual, melainkan juga mencerminkan komitmen nyata Disdikbud Lahat dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Menata Kota Membangun Desa.

Andhi Mulyansyah
TribunX.id,

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page