JAKARTA]]TribunX.id, Ancaman perang modern semakin di depan mata dan mulai tersusupi di berbagai bidang. Perang modern berbeda jauh dari perang konvensional dan tradisional. Semua lini bidang keahlian sedang di susupi benih – benih perang modern.
Perang modern adalah perang di ranah nirmiliter dan kadang bahkan tidak menggunakan senjata konvensional melainkan perang doktrin dan ilfiltrasi logika.
Perang modern merambah hampir ke seluruh bidang kehidupan dari lapisan atas hingga lapisan bawah.
Perang modern mampu menjamah akal sehat dan spionase menggerakkan hati rakyat.
Perang modern adalah metode membuat sebuah negara tetap ada tetapi berada dalam kendali suatu doktrin yang tanpa disadari oleh masyarakat dengan sukarela tanpa pertumpahan darah, tanpa kekerasan bahkan tanpa terdeteksi kemampuan kajian tradisional.
Negara Perlu mengumpulkan dan menginventarisasi seluruh para ahli dan pakar – pakar muda di berbagai bidang sebelum mereka tersusupi oleh ideologi dan doktrin yang mulai merambah ke analisis akal sehat tanpa perlawanan dan dengan sukarela mengikuti dan menjadi anggota fanatik.
Tidak lupa dalam benak kita sejarah perang dunia I dan perang dunia II dimana kelompok ahli dan pakar di jadikan alat perang tanpa paksaan dan sukarela.
Para ahli dan para pakar yang masih muda layak di bentengi dengan semangat bela negara dan kemampuan pertahanan yang lebih komprehensif lewat militer cadangan.
Menjadi militer reguler maupun militer cadangan mengajarkan arti efisiensi keterbatasan, kendala yang ada di depan mata namun mampu di atasi dengan segala yang ada dalam situasi dan kondisi apapun.
Pengabdian para ahli dan para pakar muda mesti di sempurnakan menjadi militer cadangan dalam kesiap siagaan masuknya perang modern. **
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar