Pawai Obor Malam Takbiran: Memelihara Tradisi dan Kebanggaan Islami di Desa Aro

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Mar 2025 15:14 19 AM Editor

BATANGHARI]]TribunX.id, Di tengah gemuruh malam Takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Desa Aro yang terletak di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari menjadi saksi keseruan yang luar biasa.

Ratusan warga Desa Aro bergabung dalam sebuah ritual yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka: Pawai Obor, Minggu (30/3/2025) malam.

Tidak hanya sekadar perayaan, Pawai Obor ini adalah wujud nyata dari kecintaan mereka terhadap budaya, tradisi, dan Syiar Islam.

Dalam kegelapan malam, cahaya obor-obor yang dinyalakan membawa harapan dan kehangatan bagi setiap langkah yang diambil oleh setiap peserta.

Salah satu momen paling berkesan dari perayaan ini adalah saat para peserta mengumandangkan Takbir, Tahmid, dan Tahlil.

Suara-suara itu tidak hanya memenuhi udara, tetapi juga menyentuh hati setiap orang yang hadir, mengingatkan mereka akan nilai-nilai spiritual yang selalu hadir dalam setiap perayaan Islam.

Kepala Desa Aro Rusli, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Baginya, kegiatan yang diadakan oleh para remaja dan remaji Desa Aro, terutama oleh Ikatan Remaja Masjid, merupakan sebuah upaya positif untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan kebersamaan dalam masyarakat.

Namun, dukungan ini tidak hanya berhenti pada kata-kata; Rusli juga memberikan motivasi kepada mereka untuk terus berkarya dan berinovasi dalam kegiatan yang bermanfaat bagi semua.

Tradisi takbir keliling bukanlah hal baru bagi masyarakat Desq Aro. Setiap tahun, mereka rutin melaksanakan ritual ini sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Bagi mereka, takbir keliling bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga momen untuk merayakan kebersamaan dan kekompakan .Semangat dan kebersamaan yang tercipta dalam perayaan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan masyarakat Desa Aro ke depannya.

Namun, di balik kegembiraan dan semangat yang terpancar dalam Pawai Obor ini, terdapat persiapan yang tidak kalah penting.

Anak muda dan remaja Desa Aro dengan penuh antusias mempersiapkan obor-obor yang akan mereka bagikan kepada peserta takbir keliling.

Mulai dari menyiapkan bambu hingga bahan bakar, mereka melibatkan diri secara aktif dalam setiap tahapan persiapan acara ini.

Dengan demikian, Pawai Obor Malam Takbiran di Desa Aro bukan hanya sekadar perayaan tradisional, tetapi juga simbol dari kekayaan budaya, kebersamaan, dan semangat keislaman yang mengakar kuat dalam masyarakat.

Sebuah perayaan yang tidak hanya menyatukan mereka dalam keseruan malam Takbiran, tetapi juga menginspirasi untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang mereka warisi dari nenek moyang mereka.(DA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page