Tapanuli Selatan|TribunX.id, Polres Tapanuli Selatan telah memperbaiki,sedikitnya lima jembatan yang rusak akibat Terdampak bencana disejumlah wilayah hukumnya.
Perbaikan infrastruktur vital tersebut menjadi bagian dari ketertiban polri dalam membantu pemulihan akses masyarakat pasca bencana.
Kapolres Tapanuli Selatan,AKBP Anton Santoso, mengatakan selain lima jembatan yang telah selesai diperbaiki saat ini masih ada tiga jembatan lainnya yang dalam proses pengerjaan.Tiga jembatan tersebut masing-masing berada di kecamatan Sipirok batang Angkola dan Batangtoru.
“Yang sekarang pengerjaan ada tiga lagi, yaitu di kecamatan Sipirok Batang Angkola sama Batangtoru,” Kata Kapolres usai mengikuti rangkaian turun ke desa-desa (Turdes) bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu,dan jajaran Forkopimda mulai Angkola selatan, Angkola Sangkunur,hingga ke Batangtoru.
Hal menunjukkan keterlibatan polres Tapanuli Selatan dalam pemulihan pasca bencana dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi infrastruktur yang berdampak.
Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Anton Santoso, keterlibatan kepolisian dalam perbaikan jembatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap masyarakat yang masih melakukan pemulihan setelah bencana.
Jembatan,kata Anton,menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat terutama untuk menghubungkan permukiman dan mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain polres Tapanuli Selatan, Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut juga turut membantu pemulihan infrastruktur. AKBP Anton Santoso menyebut, Brimob telah menyelesaikan pengerjaan tiga jembatan.
Kemudian dari Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut sudah mengerjakan tiga.Tadi barusan kita cek bareng-bareng bersama Pak Bupati.
Kapolres Tapanuli Selatan,melalui Turdes juga kondisi infrastruktur dapat dilihat secara langsung oleh pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian dan unsur forkopimda.
Bagi kepolisian, pemulihan infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung masyarakat agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan.
AKBP Anton memastikan keterlibatan polres Tapanuli Selatan agenda Turdes bersama Pemkab Tapanuli Selatan akan terus berlanjut. Menurutnya Ia ini menjadi sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas, sekaligus melihat langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Penanganan narkoba tetap berjalan disela agenda Turdes,Kapolres juga mengungkapkan bahwa,ada masyarakat yang menginformasikan terkait peredaran narkoba diwilayah hukum polres Tapanuli Selatan,yang kemudian langsung ditindaklanjuti.
“Ada sekali (laporan Peredaran narkoba di Sipirok.Sudah ditangkap (Pelakunya).Dan, selama Saya menjabat Kapolres Tapanuli Selatan kurang lebih dua bulan,sudah ada 18 kali penangkapan, ungka AKBP Anton.
Bagi Kapolres,ini menunjukkan bahwa Turdes tidak hanya menjadi kegiatan seremonial,tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dengan pemerintah dan kepolisian.
Melalui pertemuan langsung di desa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,mulai dari keamanan lingkungan, potensi kebakaran, kondisi infrastruktur hingga persoalan narkoba dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.
“Keberlanjutan Turdes bersama Pemkab Tapanuli Selatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga Kamtibmas sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah dan kepolisian ditengah tengah masyarakat.
(Rahim)
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar