ACEH UTARA | tribunX.id, Kondisi sarana dan prasarana di SD Negeri 8 Kuta Makmur, Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, kini menjadi sorotan. Beberapa kaca jendela ruang kelas terlihat pecah dan masih tertinggal tersangkut di bingkai jendela, menimbulkan risiko bahaya yang nyata bagi keselamatan siswa.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada hari Jumat, 2 Oktober 2026, terlihat jelas sejumlah kaca jendela dalam kondisi pecah namun belum dilepas maupun diganti. Potongan kaca yang tajam masih menempel di bingkai dan sewaktu-waktu dapat terjatuh. Jika serpihan kaca tersebut jatuh dan mengenai siswa, konsekuensinya bisa sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan luka serius.
Menurut keterangan sejumlah siswa yang dikonfirmasi di lokasi, kerusakan kaca jendela tersebut sudah terjadi sejak lama. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan perbaikan dari pihak sekolah.
“Kacanya sudah lama pecah, tapi sampai sekarang belum diganti. Kami kadang takut kalau sedang belajar tiba-tiba kacanya jatuh,” ungkap salah satu siswa.
Kepala Sekolah SD Negeri 8 Kuta Makmur Yusnana s.pd,
mengakui telah menjabat selama tiga tahun di sekolah tersebut. Namun ironisnya, selama kurun waktu tersebut, hampir tidak ada pembenahan signifikan yang dilakukan terhadap fasilitas sekolah. Dinding kelas terlihat kusam dan kotor, ada coretan di berbagai tempat, serta fasilitas penunjang pembelajaran yang belum tertata dengan baik.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan: di mana kebijakan dan langkah nyata pihak sekolah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar? Sebagai lembaga pendidikan, sekolah wajib memberikan rasa aman kepada setiap warga sekolah, terutama para siswa. Kerusakan yang berpotensi membahayakan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara segera meninjau kondisi ini dan memfasilitasi perbaikan yang diperlukan. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar, bukan tempat yang menyimpan risiko bahaya bagi anak-anak kita.(Tim)
You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar