Berantas Mafia Tanah, Begini Kata Eks Aktivis Eksponen Angkatan ’66’

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Jan 2025 11:18 22 AM Editor

JAKARTA]]TribunX.id, Mafia tanah sendiri merupakan kejahatan pertanahan yang dilakukan baik secara individu, kelompok, dan/atau badan hukum secara terencana, terstruktur, dan/atau terorganisir untuk memperoleh hak atas tanah dengan cara melakukan tindak pidana, Jumat (31/1/2025).

Biasanya kasus mafia tanah meliputi pemalsuan dokumen hingga surat keterangan tanah. Tindakan ini dapat menyebabkan sengketa tanah akibat adanya lebih dari satu surat tanah untuk satu bidang tanah yang sama.

Korwil GJL se-Jabodetabek, Leo Siagian menilai, “yang dilakukan oleh pak Nusron sudah sangat tepat, ia berani mengambil keputusan, saya salut dan angkat-topi buat pak Nusron Wahid yang dengan tegas memecat oknum-oknum petugas BPN dan Mencabut/ Membatalkan sertifikat HGB pagar laut milik Aguan Cs”, ucap Leo.

“Pak Nusron sudah benar, cabut dan batalkan sertifikat yang bermasalah yang melanggar azas Clear and Clean dan yang telah membuat heboh masyarakat, yang menindas rakyat dan yang menggusur rakyat dari lahannya”, cetus eks Aktivis itu.

“Pak Nusron Wahid selaku Menteri ATR/ BPN RI perlu dan wajib pula Mencabut/ Membatalkan sertifikat-sertifikat bermasalah, yang menindas rakyat, yang menggusur rakyat dari lahannya, karena masih ada ribuan KK rakyat kecil yang digusur dari lahannya oleh para mafia tanah berkolusi dengan oknum-oknum pejabat ATR/ BPN RI”, terang Leo.

“Ada ribuan KK warga petani yang pernah saya bantu advokasi dan saya laporkan ke Menteri ATR/ BPN RI dan kepada Presiden Jokowi, tapi sampai saat ini laporan itu belum ditanggapi”, kesalnya.

“Mohon izin pak Nusron, saya siap menghadap dan melaporkan ulang kasus mafia tanah tersebut untuk bisa ditindaklanjuti, dan siap saya bawa berkas-berkasnya”, tegas eks wartawan senior itu.

“Jika pak Nusron berani memecat oknum pejabat dan membatalkan sertifikat terkait pagar laut, maka pak Nusron harus berani dan tidak tebang pilih untuk menindak oknum-oknum Mafia Tanah yang kini kian menjamur, yang sudah menindas rakyat kecil terzolimi”, tutup Leo.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

You cannot copy content of this page